Iran Ancam Balas Serangan AS, Ketegangan Selat Hormuz Kembali Meningkat
![]() |
| Gambar Selat Hormuz (AI) |
Penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan serangan itu berlalu tanpa respons.
"Musuh agresor dan kaki tangannya akan dihukum berat," tulis Rezaei melalui akun X, Kamis, 9 Juli 2026.
Ancaman tersebut muncul setelah media pemerintah Iran melaporkan serangkaian ledakan di sejumlah wilayah selatan negara itu. Televisi pemerintah menyebut pecahan proyektil menghantam Rumah Sakit Imam Ali di Kota Chabahar, Provinsi Sistan dan Baluchestan. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.
Sementara itu, Kantor Berita Mehr melaporkan serangan di Provinsi Bushehr tidak menyebabkan kerusakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, salah satu fasilitas energi strategis Iran.
Di pihak lain, Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengonfirmasi telah melakukan operasi militer tambahan terhadap target di Iran. Menurut militer AS, serangan tersebut ditujukan untuk mengurangi kemampuan Iran mengancam kebebasan pelayaran internasional di kawasan Selat Hormuz.
Operasi itu berlangsung setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Beberapa jam kemudian, media Iran melaporkan ledakan di sejumlah kota di bagian selatan negara tersebut.
Perkembangan terbaru ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dan gas dari negara-negara Teluk menuju pasar global.
Apabila ketegangan terus meningkat atau memicu gangguan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, dampaknya tidak hanya dirasakan kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memengaruhi pasokan energi dunia, harga minyak internasional, serta stabilitas ekonomi global.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai kemungkinan langkah lanjutan dari Iran maupun Amerika Serikat setelah serangan dan ancaman balasan tersebut.
