SWIPE UP TO READ

Gorontalo Baru Realisasikan 81 Hektare, Target 1.000 Hektare Tebu Masih Jauh

Realisasi perluasan tanam tebu di Gorontalo baru 81 hektare. Kekurangan tenaga tebang dan cuaca menjadi hambatan utama.
Ramdhan Pade (kiri) Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo saat membuka kegiatan percepatan pelaksanaan program pengembangan tebu tahun 2026.

GORONTALO - Pemerintah Provinsi Gorontalo masih menghadapi pekerjaan besar untuk mencapai target pengembangan tebu seluas 1.000 hektare pada 2026. Hingga akhir Juli, realisasi perluasan areal tanam baru mencapai 81 hektare, jauh dari target 400 hektare yang ditetapkan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo, Ramdhan Pade, mengatakan target pengembangan tebu tahun ini terdiri atas 600 hektare program Bongkar Ratoon dan 400 hektare Perluasan Areal Tanam (PAT).

"Dari target PAT 400 hektare, baru terealisasi 66 hektare di Kabupaten Gorontalo dan 15 hektare di Kabupaten Boalemo," kata Ramdhan saat membuka kegiatan percepatan program pengembangan tebu 2026, Senin, 27 Juli 2026.

Sementara itu, target Bongkar Ratoon telah tercapai sesuai rencana, yakni 450 hektare di Kabupaten Gorontalo dan 150 hektare di Kabupaten Boalemo.

Menurut Ramdhan, rendahnya capaian perluasan tanam dipengaruhi sejumlah kendala di lapangan. Selain kesiapan lahan yang masih di bawah 15 persen, petani juga menghadapi kekurangan tenaga tebang karena banyak pekerja beralih ke sektor lain.

Faktor cuaca juga membuat sebagian petani menunda penanaman karena khawatir tanaman tidak berkembang optimal.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, pemerintah daerah mengusulkan bantuan empat unit mesin tebang serta berkoordinasi dengan TNI dan sejumlah instansi lain guna membantu penyediaan tenaga kerja.

Ramdhan mengajak petani, penyuluh, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), serta Kementerian Pertanian memperkuat koordinasi agar target pengembangan tebu dapat dipercepat.

Menurut dia, peningkatan luas tanam menjadi bagian dari upaya mendukung program swasembada gula nasional yang sedang didorong pemerintah.

Kegiatan percepatan pengembangan tebu itu juga dihadiri Tenaga Ahli Kementerian Pertanian Arief Hendro Djatmiko, Ketua Kelompok Pascapanen dan Pengolahan Direktorat Hilirisasi Hasil Perkebunan Ani Rahayuni, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan Risjon Sunge, Staf Khusus Gubernur Bidang Agromaritim, perwakilan Korem 133/Nani Wartabone, Batalyon 715/Motuliato, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, jajaran dinas terkait, serta petani tebu.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Gorontalo Baru Realisasikan 81 Hektare, Target 1.000 Hektare Tebu Masih Jauh
  • Gorontalo Baru Realisasikan 81 Hektare, Target 1.000 Hektare Tebu Masih Jauh
  • Gorontalo Baru Realisasikan 81 Hektare, Target 1.000 Hektare Tebu Masih Jauh
  • Gorontalo Baru Realisasikan 81 Hektare, Target 1.000 Hektare Tebu Masih Jauh
  • Gorontalo Baru Realisasikan 81 Hektare, Target 1.000 Hektare Tebu Masih Jauh
  • Gorontalo Baru Realisasikan 81 Hektare, Target 1.000 Hektare Tebu Masih Jauh