Gelombang Panas Ekstrem di Jerman Tewaskan 5.120 Orang, Lansia Jadi Korban Terbanyak
Suhu sempat menembus 41 derajat Celsius pada akhir Juni. Korban jiwa didominasi warga berusia di atas 85 tahun.
![]() |
| Gambar Ilustrasi pengukur suhu cuaca panas |
BERLIN – Gelombang panas ekstrem yang melanda Jerman sejak awal musim panas hingga akhir Juni 2026 menyebabkan sedikitnya 5.120 orang meninggal dunia. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata kematian akibat cuaca panas dalam tiga tahun terakhir.
Data itu tercantum dalam laporan berkala Institut Robert Koch (RKI) di Berlin yang menghimpun informasi dari akta kematian milik Kantor Statistik Federal serta data resmi Dinas Cuaca Jerman (DWD).
RKI mencatat jumlah korban meninggal tahun ini melampaui rata-rata tahunan periode 2023–2025 yang berada di kisaran 2.900 kematian akibat gelombang panas.
Lonjakan kematian terbesar terjadi pada pekan 22–28 Juni 2026. Dalam periode tersebut, sekitar 4.310 orang dilaporkan meninggal seiring suhu udara di sejumlah wilayah Jerman yang melampaui 40 derajat Celsius.
Sementara itu, sejak April hingga 21 Juni, RKI memperkirakan terdapat sekitar 810 kematian yang berkaitan dengan cuaca panas. Juru bicara RKI menyebut sebagian besar kasus pada periode tersebut terjadi antara 15 hingga 21 Juni.
Kelompok lanjut usia menjadi yang paling terdampak dalam gelombang panas tersebut.
Data RKI menunjukkan sekitar 2.950 korban meninggal berusia 85 tahun ke atas. Sebanyak 1.320 korban lainnya berada pada kelompok usia 75–84 tahun, sedangkan sekitar 550 orang berusia 65–74 tahun.
Adapun korban berusia di bawah 65 tahun tercatat sekitar 300 orang.
Dinas Cuaca Jerman melaporkan Juni 2026 menjadi bulan Juni terpanas kedua sejak pencatatan meteorologi dilakukan di negara itu. Rekor bulan Juni terpanas masih dipegang tahun 2019.
Pada puncak gelombang panas di akhir Juni, suhu udara di sejumlah wilayah bahkan mencapai lebih dari 41 derajat Celsius. Pada 27 Juni saja, sedikitnya 46 stasiun pemantau cuaca di berbagai wilayah Jerman mencatat suhu melampaui 40 derajat Celsius.
Fenomena cuaca ekstrem tersebut kembali menyoroti tingginya risiko kesehatan akibat gelombang panas, terutama bagi kelompok lanjut usia dan masyarakat dengan kondisi kesehatan rentan. Otoritas kesehatan Jerman terus mengingatkan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan saat suhu ekstrem, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta memberikan perhatian khusus kepada lansia selama periode cuaca panas.
Baca Juga:
