Delapan Bulan Pascabencana, Gayo Lues Masih Terkendala Jalan Rusak dan 90 Jembatan Belum Pulih
Distribusi logistik dan hasil pertanian masih terganggu, sementara biaya angkut naik hingga dua kali lipat akibat akses jalan belum pulih.
![]() |
| Kabupaten Gayo Lues mengikuti rapat koordinasi progres penanganan pasca-bencana lintas sektor. (Foto : Diskominfo/GL) |
BLANGKEJEREN – Delapan bulan setelah bencana hidrometeorologi melanda, proses pemulihan di Kabupaten Gayo Lues masih menghadapi berbagai kendala. Jalan nasional yang masih diberlakukan sistem buka-tutup menghambat distribusi barang, sedangkan puluhan jembatan yang rusak belum seluruhnya diperbaiki.
Kondisi tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues saat mengikuti rapat koordinasi progres penanganan pascabencana lintas sektor yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI secara daring, Kamis, 9 Juli 2026.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat, Nevirizal, mengatakan sektor perekonomian masyarakat masih terdampak karena akses transportasi belum kembali normal.
"Karena sampai saat ini jalan nasional kami masih belum lancar dan masih diberlakukan sistem buka-tutup. Akibatnya distribusi kebutuhan pokok mengalami kendala karena kendaraan harus mengurangi tonase muatan," kata Nevirizal.
Menurut dia, kondisi tersebut turut meningkatkan biaya distribusi hasil pertanian dan perkebunan. Ongkos angkut komoditas ke luar daerah bahkan mencapai dua kali lipat dibandingkan kondisi normal.
Selain persoalan transportasi, lahan pertanian dan perkebunan yang terdampak bencana juga belum sepenuhnya pulih. Curah hujan yang masih tinggi menyebabkan banjir dan longsor kembali terjadi di sejumlah lokasi sehingga menghambat proses rehabilitasi.
"Sampai hari ini ketika hujan turun, banjir masih terus berulang. Banyak lokasi yang sudah diperbaiki kembali tertimbun longsor sehingga menimbulkan permasalahan besar bagi masyarakat," ujarnya.
Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melaporkan masih banyak jembatan yang membutuhkan penanganan. Dari sekitar 90 jembatan yang rusak akibat bencana, baru sekitar 10 persen yang telah diperbaiki.
Sementara itu, penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup) bagi masyarakat terdampak banjir disebut telah berjalan. Namun, masih terdapat warga yang belum menerima bantuan karena belum masuk dalam data penerima.
Nevirizal menjelaskan, sebagian warga belum terverifikasi saat pendataan dilakukan karena rumah mereka hanyut diterjang banjir.
"Masih ada masyarakat yang belum terdata karena saat pendataan mereka tidak ditemukan akibat rumahnya hanyut. Mudah-mudahan dapat diakomodasi pada tahap berikutnya," katanya.
Rapat koordinasi tersebut membahas perkembangan penanganan pascabencana di sejumlah daerah. Dalam forum itu, pemerintah daerah diminta memaparkan kondisi terkini serta hambatan yang masih dihadapi selama proses pemulihan.
Menanggapi laporan tersebut, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Usaha Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyatakan seluruh masukan dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues telah dicatat. Pemerintah pusat akan mengoordinasikan tindak lanjut bersama Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekaligus melaporkannya kepada pimpinan sebagai bahan penyusunan langkah penanganan berikutnya.
Baca Juga:
