Cadangan Emas Rusia Susut Enam Bulan Beruntun, Diduga untuk Tutupi Defisit Anggaran
Cadangan emas Bank Sentral Rusia turun ke level terendah sejak 2022 di tengah tekanan fiskal, perang Ukraina, dan lemahnya ekspor energi.
RUSIA - Bank Sentral Rusia (CBR) mencatat penurunan cadangan emas selama enam bulan berturut-turut hingga akhir Juni 2026. Penurunan ini terjadi di tengah tekanan terhadap anggaran negara akibat meningkatnya belanja pemerintah dan melemahnya pendapatan dari sektor energi.
Data CBR menunjukkan nilai cadangan emas turun menjadi US$ 298,99 miliar pada akhir Juni 2026. Total cadangan internasional Rusia juga menyusut menjadi US$ 720,4 miliar, dari US$ 747,4 miliar pada Mei. Sementara itu, cadangan devisa relatif stabil di kisaran US$ 392,4 miliar.
Penurunan cadangan emas tersebut memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung sejak awal tahun. Pada April lalu, CBR mencatat penyusutan cadangan emas terbesar dalam seperempat abad.
Berdasarkan data CBR, cadangan emas fisik Rusia mencapai 73,9 juta ons pada 1 Mei 2026. Dalam satu bulan berikutnya, jumlahnya berkurang sekitar 200 ribu ons, sehingga total pengurangan sepanjang 2026 mencapai 900 ribu ons. Level itu menjadi yang terendah sejak Maret 2022.
Data World Gold Council juga menunjukkan cadangan emas Rusia berkurang sekitar 27,9 ton sepanjang Januari hingga April 2026. Penurunan tersebut merupakan yang terbesar sejak 2002.
Berbeda dengan tren saat ini, Bank Sentral Rusia selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu pembeli emas terbesar di dunia. Sejak 2002, bank sentral tersebut telah mengakumulasi lebih dari 1.900 ton emas untuk memperkuat cadangan devisanya. Penjualan emas dalam jumlah besar tergolong jarang dilakukan.
Analis Freedom Finance Global, Natalia Milchakova, menilai pelepasan cadangan emas kemungkinan dilakukan untuk membantu menutup defisit anggaran pemerintah.
"Yang terpenting, ini untuk menutupi defisit anggaran yang mencapai 4,6 triliun rubel pada akhir Maret," kata Milchakova kepada The Moscow Times, seperti dikutip Kitco News, Kamis, 9 Juli 2026.
Menurut dia, tanpa dukungan dari Bank Sentral Rusia, defisit anggaran berpotensi melampaui **5 triliun rubel**. Sebagian hasil penjualan emas juga diduga digunakan untuk memperkuat cadangan devisa, termasuk melalui konversi menjadi yuan, di tengah melemahnya pendapatan ekspor pada awal tahun.
Tekanan terhadap keuangan Rusia masih berlanjut memasuki tahun kelima perang dengan Ukraina. Selain meningkatnya belanja negara, pendapatan dari ekspor minyak dan gas juga belum sepenuhnya pulih.
Di sisi lain, permintaan emas di pasar domestik justru meningkat. Data Bursa Efek Moskow menunjukkan volume transaksi emas pada Juni 2026 mencapai 42,6 ton, melonjak lebih dari 350 persen dibandingkan Maret 2025. Transaksi tersebut terdiri atas 28,6 ton melalui kontrak swap dan 14 ton di pasar spot.
Analis Finam, Nikolai Dudchenko, mengatakan sejumlah bank sentral memilih menjual sebagian cadangan emas untuk memenuhi kebutuhan belanja pemerintah.
Menurut dia, langkah itu antara lain dilakukan untuk membiayai pengeluaran pertahanan, menutup kenaikan biaya energi, serta menjaga stabilitas nilai tukar mata uang nasional.
Meski volume cadangan emas menyusut, nilainya sempat meningkat pada awal tahun karena lonjakan harga emas global. Pada Januari 2026, nilai cadangan emas Rusia tercatat mencapai US$ 402,7 miliar, naik sekitar 23 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga:
