Bulog Aceh Pastikan Stok Beras Aman hingga 13 Bulan, Sabang dan Simeulue Jadi Prioritas
Bulog Aceh menyiapkan stok beras di wilayah kepulauan untuk mengantisipasi gangguan distribusi akibat cuaca dan gelombang tinggi.
![]() |
| Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh Budi Sultika meninjau persediaan beras di Gudang Bulog Aceh (Dok Humas Bulog) |
BANDA ACEH - Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh memastikan persediaan beras di gudang-gudang penyimpanan, termasuk di wilayah kepulauan seperti Sabang dan Simeulue, dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat beberapa bulan ke depan.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh, Budi Sultika, mengatakan ketersediaan stok di daerah kepulauan sengaja dipersiapkan sebagai langkah antisipasi apabila distribusi terganggu akibat cuaca buruk atau gelombang tinggi.
"Secara umum persediaan beras di gudang Bulog sangat cukup. Khusus untuk daerah kepulauan, kami juga memastikan stok yang ada dapat memenuhi kebutuhan untuk beberapa bulan ke depan," kata Budi di Banda Aceh, Selasa.
Menurut dia, total stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Aceh saat ini mencapai 111.115 ton. Dengan asumsi kebutuhan sekitar 8.000 ton per bulan, jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh hingga sekitar 13 bulan ke depan.
Budi menjelaskan, penyediaan stok yang memadai di Sabang dan Simeulue merupakan bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan, mengingat kedua wilayah itu bergantung pada distribusi melalui jalur laut yang berpotensi terganggu saat cuaca ekstrem.
Ia menambahkan, hingga kini distribusi beras ke wilayah kepulauan masih berjalan lancar dan belum mengalami kendala.
Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog Aceh juga berupaya menjaga stabilitas harga beras di pasaran melalui penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
"Kami berkomitmen memastikan persediaan beras mencukupi dan tidak terjadi lonjakan harga di pasaran dengan memasifkan distribusi SPHP agar masyarakat dapat membeli beras dengan harga yang terjangkau," ujar Budi.
Baca Juga:
