BKKBN Aceh Perkuat Literasi Keuangan Keluarga, Dorong Warga Bijak Kelola Pengeluaran
Literasi keuangan dinilai membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi, menghindari utang konsumtif, dan memperkuat ketahanan ekonomi.
![]() |
| Literasi Keuangan Keluarga yang diselenggarakan BKKBN Aceh di Aceh Seafood Restaurant and Meeting by Portola, Banda Aceh, Kamis (9/7/2026). |
BANDA ACEH – Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Aceh memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui peningkatan literasi keuangan di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Program tersebut diharapkan membantu masyarakat mengelola keuangan secara lebih bijak sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Sekretaris Perwakilan BKKBN Aceh, Ihya, mengatakan kemampuan mengatur keuangan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun keluarga yang berkualitas. Menurutnya, keluarga yang memiliki perencanaan keuangan lebih siap memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menghadapi kebutuhan jangka panjang.
"Melalui literasi keuangan, keluarga dapat menyusun skala prioritas kebutuhan, membiasakan diri menabung, menghindari utang yang tidak produktif, serta merencanakan masa depan dengan lebih baik," kata Ihya dalam kegiatan edukasi literasi keuangan di Banda Aceh, Kamis, 9 Juli 2026.
Ia menambahkan, pengelolaan keuangan yang baik juga berkontribusi terhadap upaya pencegahan stunting. Dengan perencanaan pengeluaran yang tepat, keluarga dinilai lebih mampu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.
Kegiatan edukasi tersebut diikuti pengelola Program Bangga Kencana tingkat provinsi dan kabupaten/kota, penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), Kelompok Kerja Kampung KB, Generasi Berencana (GenRe), keluarga sasaran, serta Asosiasi Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (AKU). Sejumlah peserta dari tujuh kabupaten dan kota di Aceh mengikuti kegiatan secara daring.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal mengatakan penguatan ekonomi keluarga perlu dimulai dari peningkatan kemampuan masyarakat mengelola keuangan. Menurut dia, edukasi semacam ini juga dapat mendorong tumbuhnya usaha mikro yang berawal dari lingkungan keluarga.
"Kami terus mendorong tumbuhnya UMKM yang berawal dari lingkungan keluarga. Pemerintah Kota Banda Aceh juga menghadirkan Platform Usaha Teman yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan potensi usaha," ujarnya.
Illiza menilai kolaborasi antara Pemerintah Kota Banda Aceh, BKKBN Aceh, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) penting untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat.
Dalam kesempatan yang sama, Analis Bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Aceh, Bella Fadillah, mengingatkan masyarakat agar menyusun perencanaan keuangan, membedakan kebutuhan dengan keinginan, menyiapkan dana darurat, serta menggunakan layanan keuangan secara bijak.
Menurut Bella, literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan produk keuangan, tetapi juga kemampuan memahami manfaat dan risikonya agar masyarakat terhindar dari penipuan maupun layanan keuangan ilegal.
Selain penyampaian materi, kegiatan tersebut juga menghadirkan pelaku UMKM Rizka Souvenir yang berbagi pengalaman mengembangkan usaha melalui Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Pengalaman tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi keluarga untuk mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.
Baca Juga:
