SWIPE UP TO READ

Bank Sentral Taiwan Waspadai Gelembung AI, Lonjakan Utang Korporasi Jadi Sorotan

Ledakan industri AI menopang ekonomi Taiwan, tetapi bank sentral mengingatkan risiko ekspansi berbasis utang di sektor teknologi.
Gambar ilustrasi

TAIWAN - Bank Sentral Taiwan memperingatkan potensi terbentuknya gelembung di industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) seiring pesatnya pertumbuhan sektor teknologi dan meningkatnya utang korporasi untuk membiayai ekspansi.

Gubernur Bank Sentral Taiwan, Yang Chin-long, mengatakan perkembangan AI memang didukung oleh prospek bisnis yang kuat. Namun, bank sentral mencermati risiko apabila perusahaan teknologi terlalu agresif melakukan belanja modal dengan mengandalkan pembiayaan utang.

"Kami memang mengkhawatirkan kemungkinan terbentuknya gelembung AI. AI didorong oleh potensi pertumbuhan yang nyata, tetapi yang menjadi perhatian kami adalah kemungkinan ekspansi berlebihan akibat penggunaan utang yang terlalu besar," kata Yang dalam rapat dengar pendapat di parlemen, Kamis, 9 Juli 2026, seperti dikutip Reuters.

Pernyataan itu muncul ketika industri AI menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Taiwan. Negara tersebut memegang peran strategis dalam rantai pasok global semikonduktor yang memasok kebutuhan perusahaan teknologi dunia.

Pada rapat kebijakan moneter Juni 2026, dewan gubernur bank sentral memutuskan mempertahankan suku bunga acuan. Menurut Yang, tekanan inflasi yang dipicu perkembangan AI belum cukup kuat untuk menjadi alasan menaikkan suku bunga, meski keputusan tersebut tidak diambil secara bulat.

Ia menilai kebijakan mempertahankan suku bunga tetap relevan karena pertumbuhan industri tradisional masih tertinggal dibandingkan sektor teknologi yang berkembang pesat.

Taiwan menjadi pusat produksi chip semikonduktor yang dibutuhkan industri AI global, terutama melalui Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), produsen chip kontrak terbesar di dunia. Perusahaan ini memasok semikonduktor bagi sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Nvidia dan Apple.

Pesatnya pertumbuhan industri semikonduktor turut mendorong indeks saham Taiwan mencetak rekor tertinggi sepanjang tahun ini.

Optimisme terhadap prospek AI juga tercermin dari pernyataan TSMC pada bulan lalu yang menyebut permintaan chip AI masih tetap kuat. Meski demikian, perusahaan mengaku terus mencermati kenaikan biaya komponen yang berpotensi memengaruhi kinerja bisnis.

Peran Taiwan dalam ekosistem AI global juga terlihat dari kunjungan CEO Nvidia, Jensen Huang, yang beberapa kali mendatangi Taiwan untuk menghadiri agenda industri teknologi, termasuk Computex dan NVIDIA GTC Taipei pada Juni lalu.

Peringatan Bank Sentral Taiwan menunjukkan bahwa di tengah tingginya permintaan terhadap teknologi AI, regulator mulai memperhatikan potensi risiko terhadap stabilitas keuangan. Kekhawatiran tersebut tidak hanya berkaitan dengan valuasi perusahaan teknologi, tetapi juga meningkatnya penggunaan utang untuk membiayai ekspansi bisnis.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Bank Sentral Taiwan Waspadai Gelembung AI, Lonjakan Utang Korporasi Jadi Sorotan
  • Bank Sentral Taiwan Waspadai Gelembung AI, Lonjakan Utang Korporasi Jadi Sorotan
  • Bank Sentral Taiwan Waspadai Gelembung AI, Lonjakan Utang Korporasi Jadi Sorotan
  • Bank Sentral Taiwan Waspadai Gelembung AI, Lonjakan Utang Korporasi Jadi Sorotan
  • Bank Sentral Taiwan Waspadai Gelembung AI, Lonjakan Utang Korporasi Jadi Sorotan
  • Bank Sentral Taiwan Waspadai Gelembung AI, Lonjakan Utang Korporasi Jadi Sorotan