SWIPE UP TO READ

Kemenag Gelontorkan Rp15,4 Miliar untuk Pulihkan Madrasah dan Pesantren Terdampak Bencana di Aceh

Bantuan mencakup pembangunan MIN 5 Pidie Jaya, renovasi madrasah dan pesantren, serta beasiswa bagi 100 mahasiswa Aceh.
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menyerahkan bantuan untuk pemulihan pascabencana Aceh kepada Kakan Kemenag Kabupaten/Kota. (Dok. Kemenag Aceh)

BANDA ACEH — Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR RI menyalurkan bantuan senilai Rp15,4 miliar untuk mendukung pemulihan sektor pendidikan keagamaan di Aceh pascabencana. Bantuan tersebut dialokasikan untuk pembangunan madrasah, renovasi pesantren, hingga beasiswa bagi mahasiswa.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, mengatakan bantuan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.

"Hari ini diserahkan bantuan untuk madrasah, pondok pesantren, serta Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah," kata Basnang, Rabu, 24 Juni 2026.

Berdasarkan data Kementerian Agama, bantuan disalurkan melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh dan kantor Kementerian Agama kabupaten/kota di Aceh.

Alokasi terbesar mencapai Rp12,3 miliar yang diperuntukkan bagi pembangunan kembali Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya yang mengalami kerusakan akibat banjir.

Selain itu, pemerintah mengalokasikan Rp1,877 miliar untuk renovasi 24 madrasah swasta, Rp100 juta untuk pengadaan sarana dan prasarana madrasah, Rp400 juta bagi empat pondok pesantren yang mengalami kerusakan sedang hingga berat, serta Rp660 juta dalam bentuk KIP Kuliah bagi 100 mahasiswa di perguruan tinggi keagamaan Islam.

Basnang mengatakan bantuan yang disalurkan saat ini baru mencakup sebagian kebutuhan pemulihan. Pemerintah, kata dia, masih menyiapkan anggaran lanjutan dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

"Bantuan ini baru sebagian. Masih ada anggaran negara yang disiapkan untuk mendukung rekonstruksi Aceh pascabencana," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ansory Siregar mengatakan pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya menjadi salah satu prioritas karena sekolah tersebut mengalami kerusakan berat akibat banjir.

"Setelah kami meninjau langsung lokasi pascabanjir, pembangunan MIN 5 Pidie Jaya kami masukkan dalam anggaran tahun 2026," kata Ansory.

Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan layanan pendidikan keagamaan sekaligus memastikan proses belajar mengajar di madrasah dan pesantren terdampak bencana kembali berjalan normal.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Kemenag Gelontorkan Rp15,4 Miliar untuk Pulihkan Madrasah dan Pesantren Terdampak Bencana di Aceh
  • Kemenag Gelontorkan Rp15,4 Miliar untuk Pulihkan Madrasah dan Pesantren Terdampak Bencana di Aceh
  • Kemenag Gelontorkan Rp15,4 Miliar untuk Pulihkan Madrasah dan Pesantren Terdampak Bencana di Aceh
  • Kemenag Gelontorkan Rp15,4 Miliar untuk Pulihkan Madrasah dan Pesantren Terdampak Bencana di Aceh
  • Kemenag Gelontorkan Rp15,4 Miliar untuk Pulihkan Madrasah dan Pesantren Terdampak Bencana di Aceh
  • Kemenag Gelontorkan Rp15,4 Miliar untuk Pulihkan Madrasah dan Pesantren Terdampak Bencana di Aceh