Ayah Wa Perintahkan Pendataan 51 Rumah Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem di Aceh Utara
LHOKSUKON - Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Utara pada Kamis sore, 4 Juni 2026, meninggalkan jejak kerusakan di puluhan rumah warga. Angin kencang yang disertai hujan deras menerjang permukiman di Kecamatan Cot Girek dan Kecamatan Lhoksukon, menyebabkan sedikitnya 51 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa menginstruksikan Camat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap rumah-rumah yang terdampak.
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, mengatakan pendataan dilakukan untuk memastikan seluruh korban terdampak memperoleh penanganan dan bantuan yang sesuai.
“Sebanyak 50 unit rumah di Kecamatan Cot Girek dan satu unit rumah di Kecamatan Lhoksukon mengalami kerusakan dengan kategori mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa dan proses pendataan masih terus dilakukan,” kata Muntasir, Sabtu, 6 Juni 2026.
Data sementara BPBD menunjukkan kerusakan paling banyak terjadi di Kecamatan Cot Girek. Di Gampong Cot Girek tercatat 24 rumah terdampak, disusul Gampong U Baro sebanyak sembilan unit. Kerusakan juga terjadi di sejumlah desa lainnya, antara lain Batu XII empat unit, Lhok Meurbo tiga unit, Alue Leuhob tiga unit, Kampung Tempel dua unit, Beurandang Asan dua unit, serta masing-masing satu unit di Ulee Gampong, Matang Teungoh, dan Ceumpeudak.
Sementara itu, di Kecamatan Lhoksukon, satu rumah warga di Gampong Cot U Sibak mengalami rusak berat setelah tertimpa pohon yang tumbang akibat terpaan angin kencang.
Ayah Wa mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama pada masa peralihan musim yang kerap ditandai perubahan cuaca secara tiba-tiba.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Di tengah proses pendataan kerusakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) bergerak cepat menyalurkan bantuan masa panik kepada warga yang terdampak paling parah.
Bantuan diserahkan pada Jumat malam, 5 Juni 2026, kepada dua keluarga korban di Kampung Tempel, Kecamatan Cot Girek. Penyaluran bantuan dilakukan oleh Camat Cot Girek dan turut disaksikan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Aceh Utara.
Dua penerima bantuan tersebut adalah Tihawa, 70 tahun, dan Muhammad Amin, 32 tahun, yang rumahnya mengalami kerusakan cukup berat akibat terjangan angin.
Paket bantuan yang diberikan meliputi 60 lembar seng untuk perbaikan atap rumah, 20 lembar triplek tebal, 12 lembar triplek tipis, dua unit tenda darurat, mukena, tikar, serta berbagai perlengkapan kebutuhan dasar lainnya.
Bagi warga terdampak, bantuan tersebut menjadi penopang awal di tengah upaya memulihkan kondisi pascabencana. Sementara pemerintah daerah memastikan pendataan kerusakan terus dilakukan sebagai dasar penanganan lanjutan dan penyaluran bantuan berikutnya.
Peristiwa ini menambah daftar kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di Aceh dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah daerah berharap masyarakat tetap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu dapat terjadi selama masa transisi musim berlangsung.
Baca Juga:
