Terseret Arus di Pantai Laut Jangka, Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia
BIREUEN- Setelah dilakukan pencarian sejak Sabtu sore, seorang anak yang dilaporkan hilang akibat terseret arus laut di kawasan Pantai Laut Jangka, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Firat Altakim (12), seorang pelajar yang merupakan warga Desa Cot Batee, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 15.50 WIB. Saat itu korban bersama dua rekannya sedang mandi dan bermain air di kawasan wisata Pantai Laut Jangka.
Setelah selesai mandi dan hendak pulang, korban bersama teman-temannya naik ke bibir pantai. Namun, korban kembali turun ke laut untuk mencuci kaki di sekitar batu pemecah ombak. Diduga akibat kuatnya arus laut yang sedang terjadi saat itu, korban tiba-tiba terseret ombak dan terbawa menjauh dari pantai hingga akhirnya tenggelam.
Mendapat informasi tersebut, Keuchik Desa Jangka Mesjid bersama perangkat desa segera menghubungi pihak kepolisian. Personel Polsek Jangka yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan serta membantu proses penanganan awal. Sekitar pukul 16.20 WIB, Tim Basarnas Bireuen tiba di lokasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait serta nelayan setempat untuk melakukan operasi pencarian. Tim gabungan kemudian menyisir area sekitar lokasi korban dilaporkan tenggelam.
Namun, upaya pencarian pada hari pertama terpaksa dihentikan sementara sekitar pukul 18.40 WIB karena kondisi cuaca yang kurang mendukung dan gelombang laut yang cukup tinggi sehingga membahayakan proses pencarian.
Keesokan harinya, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 07.50 WIB, Kapolsek Jangka menerima informasi dari Panglima Laot Kuala Jangka, Abu Bakar Jalil, bahwa jenazah korban telah ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB di pesisir Pantai Desa Pante Paku, Kecamatan Jangka.
Jenazah pertama kali ditemukan oleh pengunjung pantai yang kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada pengelola warung wisata setempat. Selanjutnya, warga bersama aparat mengevakuasi jenazah korban ke Meunasah Desa Pante Paku.
Personel Polsek Jangka yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Jangka, Ipda Fidhal Akhyar Febrina, S.E., segera mendatangi lokasi guna melakukan pengamanan dan membantu proses evakuasi serta penanganan lebih lanjut.
Pihak keluarga kemudian membawa jenazah korban ke rumah duka di Desa Cot Batee, Kecamatan Kuala, untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di lokasi yang memiliki batu pemecah ombak dan arus laut yang kuat. Selain itu, diperlukan peningkatan pengawasan terhadap aktivitas wisatawan, pemasangan papan imbauan keselamatan, serta rambu peringatan pada titik-titik rawan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.(Rel)
Baca Juga:
