Menjelajahi Keindahan Tersembunyi, Air Terjun Peucari Aceh Besar
Air Terjun Peucari di Jantho menawarkan tujuh tingkat air terjun, hutan lebat, dan jalur trekking yang menantang.
THE ATJEH NET – Air Terjun Peucari di Gampong Bueng, Kecamatan Jantho, Aceh Besar, menawarkan perjalanan alam yang tak singkat. Pengunjung harus berjalan sekitar dua jam melewati hutan dan delapan alur sungai sebelum tiba di air terjun tujuh tingkat.
Dari Banda Aceh, perjalanan menuju kawasan Jantho sekitar 60 kilometer. Dari pusat Kota Jantho, pengunjung masih harus menempuh sekitar 10 kilometer menuju Gampong Bueng, yang menjadi titik awal perjalanan.
Tidak tersedia angkutan umum langsung menuju lokasi. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi, kemudian melapor kepada kelompok pemuda setempat dan menggunakan jasa pendamping. Biaya pendampingan sekitar Rp200 ribu per kelompok dengan maksimal 10 orang.
Dari Gampong Bueng, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar lima kilometer. Jalurnya melewati hutan Jantho dan sejumlah aliran Sungai Jantho atau Krueng Jantho.
Pengunjung akan melewati delapan alur sungai dengan bebatuan yang licin. Pepohonan lebat dan suara burung menjadi bagian dari perjalanan sebelum akhirnya tiba di tanjakan terakhir menuju air terjun.
Setelah melewati tanjakan, suara gemericik air mulai terdengar. Di baliknya terdapat Air Terjun Peucari yang terdiri atas tujuh tingkat.
Setiap tingkat memiliki ketinggian sekitar 1-2 meter dengan telaga berwarna hijau kebiruan. Kedalaman telaga berkisar 0,5-1,5 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter. Pengunjung dapat berendam atau menikmati suasana, tetapi tetap perlu berhati-hati karena bebatuan di sekitar air terjun licin.
Duta Wisata: Potensi Besar untuk Wisata Petualangan
Agam Naufal, Duta Wisata Aceh Besar, menilai Air Terjun Peucari memiliki karakter yang kuat sebagai destinasi wisata petualangan.
"Peucari memiliki daya tarik bukan hanya pada air terjunnya, tetapi juga perjalanan menuju lokasi. Trekking, menyusuri sungai, dan suasana hutan menjadi bagian dari pengalaman wisata," kata Agam.
Menurut dia, medan yang cukup berat membuat Peucari lebih cocok bagi wisatawan yang menyukai aktivitas alam dan telah mempersiapkan kondisi fisik.
"Pengunjung harus datang dengan persiapan yang baik, terutama karena perjalanan cukup panjang dan melewati sungai. Pendamping lokal juga penting untuk membantu wisatawan mengenali jalur," ujarnya.
Agam juga mengingatkan agar peningkatan kunjungan tidak mengorbankan kondisi alam.
"Kalau semakin banyak dikenal, kebersihan dan kelestarian kawasan harus menjadi perhatian. Keindahan Peucari justru terletak pada alamnya yang masih alami," kata dia.
Pada akhir pekan dan hari libur, pengunjung Air Terjun Peucari disebut dapat mencapai 50-100 orang per hari. Popularitas yang meningkat membuat pengelolaan sampah, keselamatan, dan kelestarian kawasan menjadi semakin penting.
Air Terjun Peucari bukan destinasi untuk wisatawan yang mencari akses cepat. Perjalanan dua jam melewati hutan dan sungai menjadi bagian dari daya tariknya. Bagi pencinta alam, tujuh tingkat air terjun di ujung perjalanan menjadi imbalan setelah menaklukkan jalur yang menantang. [Adv]
Baca Juga:

