Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Balohan Didorong Menjadi Pusat Pengembangan Wakaf Produktif di Sabang


SABANG - Di tengah kawasan pesisir Gampong Balohan, pemerintah mulai mendorong wakaf tidak lagi dipahami sebatas tanah kuburan atau pembangunan masjid. Wakaf kini diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi dan pembangunan sosial masyarakat.

Melalui program Gampong Wakaf, Kantor Kementerian Agama Kota Sabang berupaya menjadikan Balohan sebagai percontohan pengembangan wakaf produktif di Kota Sabang.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kemenag Kota Sabang, Eriadi, mengatakan program tersebut merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi wakaf bagi kemaslahatan masyarakat secara berkelanjutan.

Menurut dia, selama ini pemanfaatan wakaf di masyarakat masih banyak berfokus pada pembangunan tempat ibadah. Padahal, aset wakaf juga dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi produktif yang memberi manfaat lebih luas.

“Melalui program Gampong Wakaf ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat,” kata Eriadi, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menilai potensi wakaf di Gampong Balohan cukup besar untuk dikembangkan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, baik di bidang sosial, pendidikan, maupun ekonomi.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat literasi wakaf produktif di tingkat gampong. Selama ini, pengelolaan wakaf di banyak daerah dinilai masih menghadapi persoalan administrasi dan legalitas aset.

Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kankemenag Kota Sabang, Firdaus, mengatakan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat serta aparatur gampong.

Pendampingan itu mencakup pengelolaan wakaf sesuai regulasi hingga penguatan administrasi aset wakaf agar memiliki kepastian hukum.

“Kami berharap sinergi pemerintah gampong, tokoh masyarakat, dan Kementerian Agama dapat berjalan optimal sehingga cita-cita menjadikan Balohan sebagai Gampong Wakaf dapat terwujud,” ujar Firdaus.

Pemerintah gampong menyambut positif program tersebut. Keuchik Gampong Balohan, Abdullah Imum, mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan masyarakat dan tokoh setempat untuk mengembangkan manfaat wakaf bagi warga.

“Kami mendukung penuh program ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat. Semoga Gampong Balohan dapat menjadi contoh Gampong Wakaf di Kota Sabang,” katanya.

Dalam kunjungan itu, rombongan Kemenag Kota Sabang turut didampingi sejumlah tokoh masyarakat dan aparatur setempat, termasuk Imanuddin, Askari Ishaq, staf KUA Kecamatan Sukajaya Hendra, serta Abdurrahman.

Bagi Kemenag, program Gampong Wakaf bukan hanya soal pembangunan aset keagamaan. Pemerintah ingin wakaf berkembang menjadi instrumen ekonomi umat yang mampu memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan sosial berbasis komunitas, wakaf produktif dipandang sebagai salah satu sumber daya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Karena itu, Balohan kini diproyeksikan bukan sekadar menjadi gampong pesisir di Pulau Weh, melainkan model baru pengelolaan wakaf produktif yang diharapkan dapat ditiru wilayah lain di Aceh.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Balohan Didorong Menjadi Pusat Pengembangan Wakaf Produktif di Sabang
  • Balohan Didorong Menjadi Pusat Pengembangan Wakaf Produktif di Sabang
  • Balohan Didorong Menjadi Pusat Pengembangan Wakaf Produktif di Sabang
  • Balohan Didorong Menjadi Pusat Pengembangan Wakaf Produktif di Sabang
  • Balohan Didorong Menjadi Pusat Pengembangan Wakaf Produktif di Sabang
  • Balohan Didorong Menjadi Pusat Pengembangan Wakaf Produktif di Sabang