Aceh Utara Salurkan Bantuan Rp28,6 Miliar untuk Korban Banjir
![]() |
| Bupati Aceh Utara, Ismail A.Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa menyerahkan secara simbolis Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) dan bantuan Isi Hunian Tahap II |
ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kembali menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) dan bantuan Isi Hunian Tahap II senilai Rp28,688 miliar mulai diserahkan kepada warga korban bencana.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di wilayah Kecamatan Baktiya, Senin, 26 Mei 2026. Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil yang akrab disapa Ayah Wa.
Di tengah suasana balai desa yang dipenuhi warga, penyerahan bantuan berlangsung dalam nuansa hangat. Sejumlah pejabat daerah turut hadir, mulai dari Sekretaris Daerah Aceh Utara, unsur Forkopimda, BPBD, Dinas Sosial, Tagana, Koordinator PKH, hingga unsur Muspika Kecamatan Baktiya.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui PT Pos Indonesia Cabang Lhokseumawe.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara, Fakhrurrazi, menjelaskan bantuan tahap ini menyasar sekitar 50 gampong yang tersebar di enam kecamatan, yakni Baktiya, Sawang, Muara Batu, Jambo Aye, Langkahan, dan Seunuddon.
“Bantuan yang dicairkan hari ini meliputi Stimulan Ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga serta bantuan Isi Hunian sebesar Rp3 juta,” kata Fakhrurrazi.
Bagi warga yang selama berbulan-bulan hidup di tengah keterbatasan pascabanjir, bantuan tersebut menjadi secercah harapan untuk memulai kembali kehidupan dan usaha yang sempat lumpuh akibat bencana.
Dalam sambutannya, Ayah Wa mengatakan setiap musibah selalu menyimpan hikmah. Ia bahkan sempat menyinggung peristiwa yang pernah ramai diperbincangkan publik saat musim banjir lalu, ketika dirinya dijuluki “Bupati Payung”.
Candaan itu disambut tawa warga yang hadir. Namun di balik suasana akrab tersebut, Ayah Wa menegaskan pemerintah terus berupaya mempercepat proses pemulihan pascabencana di Aceh Utara.
“Alhamdulillah, banyak hikmah yang kita dapat. Saat ini sekitar 4.500 unit hunian sementara telah selesai dan 1.500 unit hunian tetap sedang dalam proses pembangunan,” ujarnya.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, Ayah Wa juga mengenang masa konflik ketika pernah tinggal di kawasan Matang Pinung dan Matang Ulim, Kecamatan Baktiya. Ia lalu menyampaikan ucapan Minal Aidin Wal Faizin kepada masyarakat yang hadir.
Menurut Ayah Wa, penyaluran bantuan kali ini baru bersifat simbolis. Pemerintah daerah masih menunggu proses administrasi dan validasi data dari pemerintah pusat untuk pencairan tahap berikutnya.
Dalam kesempatan itu, warga juga memanfaatkan forum dialog terbuka bersama bupati untuk menyampaikan berbagai keluhan. Mulai dari persoalan tanggul irigasi yang rusak, kondisi jalan, hingga distribusi air bersih PDAM di Gampong Alue Bili Geulumpang.
Ayah Wa mengatakan seluruh aspirasi tersebut akan segera ditindaklanjuti bersama instansi terkait.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara mengingatkan agar warga yang belum masuk dalam daftar penerima bantuan segera didata ulang. Menurut dia, pengajuan susulan masih dimungkinkan.
“Jangan sampai ada data yang tertinggal. Jika masih ada warga yang belum masuk, silakan didata kembali karena masih bisa diajukan susulan,” ujarnya.
BPBD juga menegaskan bahwa program hunian tetap yang dibangun oleh Yayasan Buddha Suci diprioritaskan bagi warga dengan kategori rumah rusak berat sesuai surat keputusan penerima manfaat.
Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, penyaluran bantuan tersebut menjadi penanda bahwa pekerjaan besar pascabencana belum selesai. Namun bagi ribuan keluarga korban banjir di Aceh Utara, bantuan itu setidaknya memberi ruang untuk kembali berdiri dan memulai hidup secara perlahan.
Baca Juga:

