BREAKING NEWS

APDESI Bireuen Kecam Keras Oknum Mengaku LSM yang Intimidasi Keuchiek

BIREUEN- Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bireuen melontarkan kecaman keras terhadap oknum yang mengaku sebagai LSM dan diduga melakukan intimidasi terhadap aparatur gampong. Di tengah kondisi masyarakat yang masih berjuang pascabencana, tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk tekanan yang tidak hanya melanggar etika, tetapi juga berpotensi masuk ranah pidana.

Sikap tegas itu disampaikan Kabag Hukum dan HAM APDESI Bireuen, Tgk Muliadi, S.H. Ia menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pihak-pihak yang mencoba mengganggu stabilitas pemerintahan desa.

"Ini peringatan keras. Jangan coba-coba ganggu gampong di Bireuen. Kami tidak akan tinggal diam dan siap melawan segala bentuk intimidasi," tegas Tgk Muliadi.

Menurutnya, hingga kini APDESI telah menerima sedikitnya tiga laporan resmi dari para keuchiek terkait dugaan tekanan yang mengarah pada praktik pemerasan. Bahkan, ia memastikan setiap laporan tambahan akan langsung ditindaklanjuti secara hukum.

"Jika ada satu laporan lagi masuk, kami akan bergerak cepat. Tidak ada kompromi. Semua akan kami proses dan kami bongkar praktiknya," ujarnya.

Tgk Muliadi mengungkapkan, modus yang digunakan oknum tersebut terbilang sistematis. Mereka disebut datang dari luar daerah, membawa isu dugaan penyimpangan pada Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) serta dana tanggap darurat, lalu menekan aparatur desa dengan narasi yang menakut-nakuti.

"Ini bukan pengawasan, ini cara-cara pemerasan berkedok LSM. Mereka datang tanpa dasar yang jelas, seolah-olah menemukan pelanggaran, lalu menekan keuchiek," katanya.

APDESI juga mempertanyakan legalitas dan legitimasi pihak-pihak tersebut dalam melakukan "pemeriksaan" terhadap gampong. Menurutnya, setiap dugaan pelanggaran memiliki mekanisme resmi yang harus ditempuh, bukan melalui tekanan sepihak.

"Kalau ada indikasi pelanggaran, ada jalurnya. Ada aparat penegak hukum, ada inspektorat. Bukan dengan cara mendatangi dan menekan seperti ini," tegasnya lagi.

Lebih jauh, APDESI menilai tindakan tersebut sangat tidak bermoral karena memanfaatkan situasi krisis yang tengah dihadapi masyarakat.

"Di saat rakyat sedang susah akibat bencana, aparatur gampong justru ditekan. Ini jelas upaya mencari keuntungan dalam kesempitan. Sangat kami kecam," ujarnya.

APDESI Bireuen memastikan bahwa pernyataan ini bukan sekadar retorika. Organisasi tersebut menyatakan siap mengambil langkah hukum dan berdiri di garis depan untuk melindungi keuchiek dari segala bentuk intimidasi.

"Ini bukan gertak sambal. Kami serius. Siapa pun yang mencoba mengganggu kedaulatan gampong akan berhadapan langsung dengan APDESI Bireuen," tandas Tgk Muliadi.

Di akhir pernyataannya, ia mengimbau seluruh keuchiek di Bireuen agar tidak takut menghadapi tekanan dan segera melaporkan jika mengalami intimidasi.

"Jangan takut, jangan layani. Laporkan. Kami akan bersama keuchiek dan memastikan gampong tetap terlindungi," pungkasnya.(Red)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image