Wagub : Sinergi Pusat dan Daerah Percepat Pemulihan Pascabencana di Aceh
0 menit baca
MEUREDUE - Pemerintah Aceh terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat guna mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak. Sinergi lintas pemerintahan dinilai menjadi kunci agar bantuan dan program pemulihan dapat menjangkau masyarakat secara cepat dan tepat sasaran.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf ke Kabupaten Pidie Jaya, Jumat, 6 Maret 2026.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan proses penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dapat berlangsung cepat dan efektif. Pemerintah pusat dan daerah ingin memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan dukungan untuk memulihkan kehidupan mereka.
Fadhlullah menegaskan, koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota sangat menentukan keberhasilan proses pemulihan pascabencana. Tanpa sinergi yang kuat, berbagai program bantuan dikhawatirkan tidak berjalan optimal.
"Pemerintah Aceh terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat agar proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat terdampak," ujarnya.
Menurut Fadhlullah, dukungan pemerintah pusat memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal maupun sumber penghidupan akibat bencana. Bantuan tersebut menjadi fondasi penting agar warga dapat segera bangkit.
"Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota sangat dibutuhkan agar masyarakat yang terdampak bisa segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal," katanya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak yang berada di kawasan sekitar kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Huntara tersebut saat ini ditempati oleh masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tempat tinggal sementara warga sekaligus memastikan proses penanganan dan pemulihan berjalan sesuai rencana yang telah disusun pemerintah.
Rombongan juga berdialog dengan masyarakat guna mendengar secara langsung berbagai kebutuhan dan kendala yang mereka hadapi selama tinggal di hunian sementara.
Turut mendampingi kegiatan tersebut Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Usai meninjau huntara, rombongan melaksanakan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Agung Tgk Chik Pante Geulima yang berlokasi di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu.
Kehadiran para pejabat pemerintah pusat dan daerah tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Sejak sebelum pelaksanaan Shalat Jumat, masjid telah dipadati jamaah yang ingin melaksanakan ibadah sekaligus bersilaturahmi dengan rombongan pemerintah.
Setelah itu, rombongan menuju Gedung MTQ Pidie Jaya untuk menghadiri kegiatan penyerahan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyalurkan berbagai bentuk bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, antara lain santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia, bantuan bagi korban yang mengalami luka berat, serta jaminan hidup bagi puluhan ribu warga terdampak.
Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan untuk pemenuhan kebutuhan hunian sementara bagi ribuan kepala keluarga yang masih membutuhkan tempat tinggal sambil menunggu proses pembangunan kembali rumah mereka.
Fadhlullah menegaskan Pemerintah Aceh akan terus mengawal proses penanganan bencana agar seluruh bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat dapat segera kembali menjalani aktivitasnya secara normal," ujarnya.
Usai rangkaian kegiatan di Pidie Jaya, Fadhlullah kembali mendampingi Menteri Dalam Negeri menuju Banda Aceh untuk menghadiri agenda penutupan Aceh Ramadan Festival 2026 di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.
Acara tersebut dirangkaikan dengan Khanduri Ramadan serta peringatan malam Nuzulul Qur'an bersama masyarakat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan yang digelar selama bulan suci Ramadan di Aceh.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf ke Kabupaten Pidie Jaya, Jumat, 6 Maret 2026.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan proses penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dapat berlangsung cepat dan efektif. Pemerintah pusat dan daerah ingin memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan dukungan untuk memulihkan kehidupan mereka.
Fadhlullah menegaskan, koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota sangat menentukan keberhasilan proses pemulihan pascabencana. Tanpa sinergi yang kuat, berbagai program bantuan dikhawatirkan tidak berjalan optimal.
"Pemerintah Aceh terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat agar proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat terdampak," ujarnya.
Menurut Fadhlullah, dukungan pemerintah pusat memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal maupun sumber penghidupan akibat bencana. Bantuan tersebut menjadi fondasi penting agar warga dapat segera bangkit.
"Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota sangat dibutuhkan agar masyarakat yang terdampak bisa segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal," katanya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak yang berada di kawasan sekitar kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Huntara tersebut saat ini ditempati oleh masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tempat tinggal sementara warga sekaligus memastikan proses penanganan dan pemulihan berjalan sesuai rencana yang telah disusun pemerintah.
Rombongan juga berdialog dengan masyarakat guna mendengar secara langsung berbagai kebutuhan dan kendala yang mereka hadapi selama tinggal di hunian sementara.
Turut mendampingi kegiatan tersebut Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Usai meninjau huntara, rombongan melaksanakan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Agung Tgk Chik Pante Geulima yang berlokasi di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu.
Kehadiran para pejabat pemerintah pusat dan daerah tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Sejak sebelum pelaksanaan Shalat Jumat, masjid telah dipadati jamaah yang ingin melaksanakan ibadah sekaligus bersilaturahmi dengan rombongan pemerintah.
Setelah itu, rombongan menuju Gedung MTQ Pidie Jaya untuk menghadiri kegiatan penyerahan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyalurkan berbagai bentuk bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, antara lain santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia, bantuan bagi korban yang mengalami luka berat, serta jaminan hidup bagi puluhan ribu warga terdampak.
Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan untuk pemenuhan kebutuhan hunian sementara bagi ribuan kepala keluarga yang masih membutuhkan tempat tinggal sambil menunggu proses pembangunan kembali rumah mereka.
Fadhlullah menegaskan Pemerintah Aceh akan terus mengawal proses penanganan bencana agar seluruh bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat dapat segera kembali menjalani aktivitasnya secara normal," ujarnya.
Usai rangkaian kegiatan di Pidie Jaya, Fadhlullah kembali mendampingi Menteri Dalam Negeri menuju Banda Aceh untuk menghadiri agenda penutupan Aceh Ramadan Festival 2026 di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.
Acara tersebut dirangkaikan dengan Khanduri Ramadan serta peringatan malam Nuzulul Qur'an bersama masyarakat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan yang digelar selama bulan suci Ramadan di Aceh.
