Gunakan Dana Pribadi, Keuchik Paya Seupat Santuni Anak Yatim dan Warga Kurang Mampu Jelang Idul Fitri
0 menit baca
BIREUEN- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026, Keuchik Gampong Paya Seupat, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, M. Husen Nurdin, menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan santunan kepada anak yatim, fakir miskin, santri dayah, serta petugas ibadah tarawih.
Yang istimewa, seluruh santunan tersebut bersumber dari dana gaji dan jerih pribadi sang keuchik, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap masyarakat yang dipimpinnya.
Kegiatan berbagi ini dilaksanakan pada Selasa (17/3/2026) malam, dengan total penerima manfaat mencapai ratusan orang. Rinciannya, santunan diberikan kepada 5 anak yatim masing-masing sebesar Rp300 ribu, 89 fakir miskin sebesar Rp100 ribu per orang, serta 12 anak dayah (santri mondok) masing-masing menerima Rp200 ribu.
Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada para imam dan bilal tarawih. Sebanyak 12 imam tarawih menerima santunan Rp200 ribu per orang, sementara 12 bilal tarawih memperoleh Rp150 ribu per orang.
Selain santunan uang tunai, Keuchik M. Husen Nurdin juga menyediakan 125 paket kebutuhan lebaran yang berisi sirup, gula, dan minyak goreng untuk masyarakat.
Secara keseluruhan, dana yang dikeluarkan untuk kegiatan sosial ini mencapai sekitar Rp27 juta.
Dalam keterangannya kepada media ini, Keuchik Paya Seupat M. Husen Nurdin menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan komitmennya sebagai pemimpin gampong untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.
"Ini adalah bentuk tanggung jawab saya sebagai keuchik, sekaligus sebagai bagian dari masyarakat. Saya ingin berbagi kebahagiaan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri, agar saudara-saudara kita yang membutuhkan juga bisa merasakan kebahagiaan," ujarnya.
M. Husen Nurdin sendiri dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan memiliki latar belakang sebagai mantan pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Kepercayaan masyarakat terhadap dirinya terbukti dengan amanah yang diberikan untuk memimpin Gampong Paya Seupat selama dua periode.
Aksi sosial ini pun menjadi contoh nyata kepemimpinan yang berintegritas, mengedepankan empati, serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Diharapkan, langkah yang dilakukan Keuchik Paya Seupat ini dapat menginspirasi berbagai pihak untuk terus menebar kebaikan dan memperkuat solidaritas sosial, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.(MS)