BREAKING NEWS

Bulan Bintang Dikibar di Tengah Kota Juang, JASA Serukan Kuatkan Persatuan

BIREUEN- Suasana menjelang berbuka puasa di malam ke-24 Ramadhan di Kota Juang, Kabupaten Bireuen, terasa berbeda. Di tengah hiruk pikuk warga yang bersiap menyambut waktu berbuka, bendera Bulan Bintang, simbol yang melekat dengan identitas perjuangan rakyat Aceh di bentangkan dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Wilayah Batee Iliek.

Kegiatan tersebut berlangsung di Putra Coffee, Kota Juang, dan dihadiri puluhan Aneuk Syuhada serta sejumlah tokoh masyarakat. Anggota DPRA, DPRK Bireuen dari Partai Aceh, sejumlah Anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Batee Iliek, Simpatisan Partai Aceh. Momentum kebersamaan itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi di bulan suci, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas serta mengingatkan kembali semangat perjuangan demi masa depan Aceh yang lebih baik.

Ketua JASA Bireuen, Tgk Mauliadi, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial dirinya sebagai pimpinan organisasi Aneuk Syuhada di daerah tersebut.

Ia mengaku, sempat terlintas keinginan untuk membatalkan kegiatan berbuka puasa di lokasi ini, mengingat masih adanya korban pengungsian yang saat ini bertahan di halaman Kantor Bupati Bireuen. Namun karena undangan telah disiapkan dan menghormati pihak tuan rumah, kegiatan tetap dilaksanakan.

"Awalnya saya ingin membatalkan acara berbuka puasa di sini, karena hati saya teringat saudara-saudara kita yang sedang mengungsi di halaman Kantor Bupati Bireuen. Namun karena sudah ada kesepakatan dengan pemilik tempat, kegiatan ini tetap kita jalankan," ujar Tgk Mauliadi.

Meski demikian, ia memastikan kepedulian terhadap para pengungsi tetap menjadi perhatian utama. Selain itu, usai berbuka Ketua JASA dan Anggota DPRA dan DPRK Bireuen menyerahkan bantuan beras kepada para pengurus Aneuk Syuhada, yang hadar.

"Bantuan beras untuk Aneuk syuhada yang kita serahkan ini merupakan bantuan dari JASA wilayah Aceh Barat Daya (Abdiya), Ini bentuk kepedulian dan tanggung jawab kita bersama," tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPRA, Rusyidi Mukhtar, S.Sos yang akrab disapa Ceulangiek, dalam sambutannya mengingatkan seluruh Aneuk Syuhada agar tetap menjaga persatuan dan tidak terpecah dalam menghadapi berbagai tantangan yang sedang dihadapi Aceh.

Menurutnya, perjuangan untuk membangun Aceh belum selesai. Karena itu, seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi Aneuk Syuhada, harus memperkuat barisan dan menjaga kebersamaan.

"Perjuangan kita masih panjang. Jangan sampai kita terpecah belah. Kita harus memperkuat barisan dan saling bahu-membahu untuk membangun Aceh ke arah yang lebih baik," tegas Ceulangiek di hadapan para Aneuk Syuhada yang hadir.

Ia juga menyinggung berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat Aceh, mulai dari tantangan ekonomi hingga persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dan kerja bersama.

"Kita tidak menutup mata bahwa masyarakat Aceh masih menghadapi banyak keterbatasan, baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Karena itu, kebersamaan dan persatuan menjadi kunci untuk menghadapi semua tantangan tersebut," pungkasnya.

Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban, sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai solidaritas, kepedulian sosial, dan semangat perjuangan tetap hidup di tengah masyarakat Aceh, khususnya di kalangan Aneuk Syuhada.(MS)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image