BREAKING NEWS

Berbuka di Huntara Pidie Jaya, Wagub Aceh Dengarkan Harapan Korban Bencana

PIDIE JAYA - Menjelang azan magrib, deretan hunian sementara di halaman kantor bupati mulai dipenuhi aktivitas. Anak-anak berlarian di antara bangunan sederhana, sementara para orang tua duduk menunggu waktu berbuka. Di tengah suasana itu, Wakil Gubernur Aceh datang tanpa banyak protokol, duduk bersama warga yang masih menjalani hari-hari mereka setelah bencana.

Kamis, 12 Maret 2026, Wakil Gubernur Fadhlullah menggelar buka puasa bersama warga korban bencana hidrometeorologi di kompleks Hunian Sementara yang berada di kawasan Kantor Bupati Pidie Jaya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sibral Malasyi bersama sejumlah pejabat daerah. Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh hadir didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat.

Di hadapan warga yang memenuhi area hunian sementara, Fadhlullah menyampaikan bahwa kehadirannya bukan sekadar agenda seremonial. Ia ingin merasakan langsung kondisi masyarakat yang saat ini masih berjuang menghadapi dampak bencana.

"Melalui kesempatan ini kami ingin merasakan langsung apa yang dirasakan oleh masyarakat. Kami akan terus berupaya memberikan perhatian dan dukungan agar warga yang terdampak bencana dapat segera bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih baik," ujarnya.

Menurut Fadhlullah, pemerintah provinsi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten serta berbagai pihak terkait dalam penanganan dampak bencana.

Langkah tersebut mencakup berbagai upaya mulai dari pemulihan kondisi masyarakat hingga pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang masih menempati hunian sementara.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat yang terdampak bencana merasa ditinggalkan dalam proses pemulihan.

Saat waktu berbuka tiba, suasana yang semula sunyi berubah menjadi lebih hangat. Warga bersama tamu undangan membuka nasi kotak yang telah disiapkan panitia.

Di antara deretan bangunan huntara itu, Wakil Gubernur terlihat duduk bersama warga. Ia berbincang santai, mendengarkan cerita mereka tentang hari-hari setelah bencana, sekaligus menampung harapan mereka untuk masa depan.

Beberapa warga menyampaikan keinginan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat sehingga mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

Bagi mereka, hunian sementara adalah tempat berlindung yang penting, tetapi bukan tujuan akhir.

Kegiatan buka puasa bersama itu digelar oleh Partai Gerindra sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat korban bencana di Pidie Jaya.

Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen yang terlibat dalam proses pemulihan pascabencana.

Di tengah keterbatasan yang masih dirasakan para korban, pertemuan sederhana saat berbuka puasa itu menghadirkan suasana berbeda. Tidak ada jarak yang terlalu jauh antara pejabat dan warga.

Hanya ada percakapan, keluhan, dan harapan yang dibagikan bersama—di antara deretan hunian sementara yang menjadi saksi ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image