BREAKING NEWS

Bank Aceh Perbarui Action Mobile, Perkuat Sistem Keamanan Nasabah

Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Aceh, Ilham Novrizal

BANDA ACEH - Di tengah meningkatnya transaksi digital, Bank Aceh Syariah memperbarui aplikasi layanan perbankan digitalnya. Aplikasi Action Mobile kini naik versi, dari 1.2.7 menjadi 1.3.0—sebuah pembaruan yang menitikberatkan pada penguatan sistem keamanan.

Pembaruan itu diumumkan sebagai bagian dari upaya bank daerah tersebut menjaga kepercayaan nasabah di tengah maraknya ancaman siber yang menyasar layanan keuangan digital.

Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Aceh, Ilham Novrizal, mengatakan versi terbaru ini membawa peningkatan signifikan pada aspek perlindungan aplikasi.

"Fokus utama pembaruan ini adalah keamanan. Kami memperkuat mekanisme proteksi aplikasi, menyempurnakan proses autentikasi, serta meningkatkan kemampuan sistem dalam mendeteksi aktivitas tidak wajar," ujar Ilham.

Salah satu fitur baru yang diperkenalkan adalah kemampuan aplikasi mendeteksi keberadaan aplikasi lain di perangkat pengguna yang dinilai berisiko. Jika teridentifikasi, sistem akan memberikan peringatan kepada nasabah untuk menghapus aplikasi tersebut sebelum menggunakan layanan Action Mobile.

Langkah ini menjadi respons terhadap meningkatnya modus kejahatan digital yang kerap memanfaatkan celah dari aplikasi pihak ketiga yang tidak aman.

Selain aspek keamanan, pembaruan ini juga menyentuh sisi performa. Bank Aceh mengklaim adanya peningkatan stabilitas sistem sehingga transaksi dapat dilakukan lebih cepat dan minim gangguan.

Pada versi terbaru, pengguna juga diberikan kemudahan dalam proses login. Nasabah kini dapat menggunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, dan angka tanpa kewajiban karakter khusus. Selain itu, fitur biometrik seperti sidik jari dan pemindai wajah telah dioptimalkan untuk mempercepat akses ke aplikasi.

Meski sistem terus diperkuat, pihak bank tetap mengingatkan bahwa faktor keamanan tidak sepenuhnya berada di tangan teknologi.

Ilham menegaskan pentingnya kewaspadaan nasabah dalam menjaga data pribadi, seperti user ID, password, PIN, hingga kode OTP. Menurut dia, kebocoran data kerap terjadi bukan karena sistem bank, melainkan kelalaian pengguna.

"Bank Aceh tidak pernah meminta data rahasia nasabah dalam bentuk apa pun. Jika ada pihak yang mengatasnamakan bank dan meminta informasi tersebut, dapat dipastikan itu adalah penipuan," kata Ilham.

Di tengah percepatan digitalisasi layanan keuangan, pembaruan aplikasi seperti ini menjadi keniscayaan. Namun, seperti diingatkan Bank Aceh, keamanan digital tetap merupakan tanggung jawab bersama—antara sistem yang kuat dan pengguna yang waspada.
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image