Dek Fadh Dampingi Mendagri Pastikan Pemulihan Pascabencana di Aceh Berjalan Cepat
0 menit baca
MEUREUDUE - Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, terus mengawal proses penanganan pengungsi dan percepatan pemulihan pascabencana di berbagai wilayah Aceh. Komitmen tersebut terlihat saat ia mendampingi Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam rangkaian kunjungan kerja hari ketiga di Aceh, Sabtu, 21 Februari 2026.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Tito Karnavian bersama Wakil Gubernur Aceh turun langsung ke sejumlah daerah terdampak guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
Rangkaian kegiatan di Kota Lhokseumawe diawali dengan pelaksanaan Sholat Subuh berjamaah di Masjid Baiturrahman Lhokseumawe. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh serta Wali Kota Lhokseumawe sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi dampak bencana.
Bagi Fadhlullah—yang akrab disapa Dek Fadh—kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa proses penanganan tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat yang terdampak.
Usai kegiatan tersebut, rombongan bergerak menuju Kabupaten Bireuen untuk meninjau pengerjaan Jembatan Krueng Tingkeum – Jembatan Kuta Blang yang menjadi salah satu infrastruktur penting bagi konektivitas masyarakat.
Dalam peninjauan itu, Mendagri didampingi Wakil Gubernur Aceh serta Bupati Bireuen, Mukhlis. Pemerintah juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial warga.
Fadhlullah menilai percepatan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana menjadi langkah strategis untuk memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Pidie Jaya. Bersama Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, Mendagri dan Wakil Gubernur Aceh meninjau langsung area persawahan yang sempat tertimbun material akibat bencana banjir hidrometeorologi beberapa bulan sebelumnya.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan upaya pemulihan sektor pertanian—yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat—dapat berjalan dengan baik.
Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan bagi pengungsi dari Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.
Menutup rangkaian kegiatan hari itu, Mendagri dan Wakil Gubernur Aceh menghadiri kegiatan buka puasa bersama masyarakat di Gedung Area MTQ Pidie Jaya.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika rombongan melanjutkan kegiatan dengan pelaksanaan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah bersama masyarakat setempat.
Bagi Fadhlullah, momentum kebersamaan di bulan suci Ramadan menjadi penguat semangat bagi masyarakat untuk bangkit dari dampak bencana.
Kunjungan tersebut menegaskan komitmen kuat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh dalam memastikan penanganan pengungsi serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto agar proses pemulihan wilayah terdampak bencana di berbagai daerah dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

