SAPA Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Tiga Kabupaten Terdampak Banjir di Aceh
0 menit baca
ACEH- Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tamiang. Penyaluran bantuan ini berlangsung selama empat hari, sejak Sabtu hingga Selasa, 30 Desember 2025, dengan titik awal keberangkatan dari Banda Aceh.
Bantuan kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum SAPA, Fauzan Adami, bersama tim relawan SAPA Peduli. Mereka menyusuri berbagai wilayah terdampak banjir guna memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok warga terdampak, antara lain sembako, air minum, pakaian dan kain layak pakai, madu, makanan siap konsumsi, serta tenda darurat untuk hunian sementara.
"Alhamdulillah, selama empat hari perjalanan dari Banda Aceh hingga Aceh Tamiang, kami berhasil menjangkau dan menyalurkan bantuan ke sejumlah titik terdampak banjir. Di Kabupaten Pidie Jaya, bantuan disalurkan melalui Posko Meunasah Krueng, Kecamatan Meureudu, beserta wilayah sekitarnya. Selanjutnya kami bergerak ke Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, hingga ke berbagai desa terdampak di Aceh Tamiang," ujar Fauzan, Rabu, 31 Desember 2025.
Ia menjelaskan, pendistribusian bantuan dilakukan melalui posko-posko pengungsian serta disalurkan secara langsung kepada warga yang ditemui di lokasi pengungsian maupun di sepanjang jalur wilayah terdampak banjir.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, SAPA menyalurkan bantuan ke sejumlah desa, di antaranya Desa Tanah Terban, Kampung Dalam, Kampung Bundar, Kampung Air Tenang, Kampung Durian, serta beberapa desa lain yang turut terdampak banjir.
Fauzan mengungkapkan, kondisi lingkungan pascabanjir di Aceh Tamiang masih sangat memprihatinkan. Debu tebal dari sisa material banjir menyebabkan berbagai keluhan kesehatan di tengah masyarakat, khususnya pada anak-anak.
"Kondisi di Aceh Tamiang masih sangat parah. Debu akibat sisa banjir sangat tebal dan kami menerima banyak keluhan dari warga. Anak-anak mulai mengalami gangguan kesehatan seperti gatal-gatal pada kulit dan batuk. Karena itu, antusiasme warga sangat tinggi saat mengetahui kami membawa madu," jelasnya.
Dalam aksi kemanusiaan tersebut, SAPA menyalurkan sekitar 225 botol madu sejak dari Pidie Jaya hingga Aceh Tamiang. Bantuan madu ini diprioritaskan bagi anak-anak, mengingat manfaatnya dalam menjaga daya tahan tubuh di tengah kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.
Selain itu, SAPA juga menyalurkan sejumlah tenda pengungsian yang diprioritaskan bagi keluarga yang memiliki anak kecil dan kehilangan tempat tinggal akibat banjir. Tenda-tenda tersebut diharapkan dapat menjadi hunian sementara yang aman dan layak.
Tak hanya itu, SAPA turut menyalurkan puluhan paket makanan siap konsumsi, termasuk roti dan air minum, untuk membantu memenuhi kebutuhan harian warga terdampak di Aceh Tamiang.
"Semoga bantuan yang kami salurkan dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung aksi kemanusiaan ini, sehingga bantuan dapat tersalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," tutup Fauzan.(Red)