Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf Kungker Ke Proyek Rehap Bendungan Irigasi Krueng Pase

author photoRedaksi
11 Feb 2022 - 18:41 WIB

LHOKSUKON - Wakil Bupati Aceh Utara harapkan Kontraktor Pelaksana Proyek rehap Bendungan Irigasi Krueng Pase agar perhatikan kebutuhan air bagi Petani. Pembangunan Bendungan Irigasi Krueng Pase bersumber anggaran APBN 44 Miliyar dikerjakan perusahaan asal jawa timur.

Manajemen Perusahaan mulai melakukan kegiatan sejak akhir tahun 2021, sampai kini belum menunjukkan tanda tanda kemajuan yang signifikan di Lapangan.

Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Utara, Kamis (10/02/2022), dalam kunjungan kerja mendadak dipimpin Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi yusuf, meminta manajemen Perusahaan PT. Rudi Jaya pelaksana Proyek Bendungan irigasi Krueng Pase Kecamatan Meurah Mulia agar dalam pengerjaan fisik tidak terkendala suplai air bagi petani-petani di area sawah seluas belasan ribu hektar yang terbentang di 9 (sembilan) Kecamatan wilayah tengah Kabupaten Aceh Utara.

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf didampingi Kabag Humas Sekdakab Aceh Utara Handani, S.Ag, M.Sos beserta Camat Meurah mulia, Camat Nibong juga ketua IPSM dan Kabid Pengairan M. Jafar, atas informasi dan laporan masyarakat akan terjadi kekeringan maka langsung turun ke Lokasi melihat kondisi proyek Bendungan irigasi Krueng Pase yang sedang di kerjakan kontraktor pelaksana asal jawa timur dinilai  lamban dan terkesan seperti ada Persoalan, hal itu disampaikan Kabag Humas Sekdakab Aceh Utara Hamdani, kepada wartawan media ini.

"Bapak Wakil Bupati berdialog langsung di Lapangan dengan perwakilan perusahaan terkait progres pekerjaan,  kita meminta kepada kontraktor pelaksana proyek tersebut untuk dapat membuka sayap kiri dan kanan bisa dialiri ke irigasi keduanya, sehingga para petani yang ada di Sembilan Kecamatan termasuk kota Lhokseumawe bisa mengolah sawah produktif normal seperti biasanya, jangan terhambat rutinitas bercocok tanam, ini demi sektor pertanian Aceh Utara tidak  terpuruk akibat gagal panen" katanya.

Hamdani mengatakan, Pemerintah Daerah Aceh Utara komit atas keluhan para petani tentang kendala yang terjadi saat ini, Pemda akan mengupayakan untuk Pemenuhan kebutuhan air melalui koridor irigasi sayap kanan dan sayap kiri, sehingga para petani di 9 Kecamatan bisa kembali mengarap persawahan mereka dengan gairah.

"Kita sudah meminta ke pihak Kontraktor untuk upaya ini segera mungkin,untuk bisa hidupkan sayap kanan dan kiri normal kembali,dan pekerjaan proyek bendungan terus dikerjakan tampa menghambat aliri air ke dua saluran untuk petani" tegasnya.

Hasil pantauan di lokasi Proyek bendungan irigasi Krueng Pasee yang sedang dikerjakan Kontraktor pelaksana tidak adanya aliran sungai melalui saluran darurat, antara sayap kiri dan sayap kanan belum dibuka, ini bisa berakibat ke para petani mengalami gagal panen dan kerugian ditaksir hingga ratusan Miliyar rupiah.

Warga berharap supaya bendungan krueng Pase peninggalan Belanda tersebut segera selesai dengan permanen dan adanya saluran  darurat untuk mengaliri persawahan selama pengerjaan proyek tersebut agar tidak menimbulkan keresahan petani.
KOMENTAR