Kebakaran Hutan Lahan Terjadi Ancam Dataran Tinggi Gayo

author photoRedaksi
15 Mar 2021 - 10:47 WIB

TAKENGON - Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Inf Teddy Sofyan mengatakan kendati di wilayah Kabupaten Aceh Tengah merupakan dataran tinggi yang memiliki curah hujan yang tinggi, namun ancaman kebakaran lahan tetap terjadi, hal ini disebabkan salah satunya karena ulah manusia yang sengaja membakar hutan untuk membuka lahan perkebunan.

"Untuk itu semua unsur dan elemen masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah agar siap siaga guna antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah ini. Kita harus mengatisipasi karhutla, kita tidak mengharapkan Aceh Tengah yang merupakan daerah wisata alam mengalami bencana alam dan kerusakan ekosistem yang disebabkan oleh kebakaran hutan. Bukan hanya tindakan Represif, akan tetapi upaya preventif dengan sosialisasi serta pengawasan menjadi skala prioritas utama", kata Dandim, Minggu (14/03/2021).

Letkol Inf Teddy Sofyan menuturkan, pada awal tahun 2021 hingga Maret saat ini sudah mengalami 4 kali kebakaran hutan mencapai total kurang lebih 6 Ha lahan terbakar di Aceh Tengah.

Demikian juga saat dini hari, kebakaran lahan mencapai sekitar 1 hektar terjadi di wilayah Desa Timang Gajah, Kecamatan Lut Tawar, wilayah Aceh Tengah, ungkap Dandim.

Kebakaran terjadi pada pukul 17.00 Wib dari laporan masyarakat melihat adanya kepulan asap di lahan pekuburan milik warga, kemudian Kepala Desa Timangan Gading Alamsyah Nude Reje menghubungi Babinsa serda Agus, serta berkoodinasi dengan Babin Kamtibmas untuk menghubungi dinas pemadam Aceh tengah.

Babinsa dan babinkamtibmas bersama masyarakat dibantu satu unit mobil pemadam melakukan pemadaman api. Pada pukul 18.00 Wib api dapat dipadamkan.

Dandim mengatakan, untuk penanganan dini karhutla diperlukan mencegah dengan melibatkan semua unsur termasuk elemen masyarakat Aceh Tengah.

Kodim 0106/Aceh Tengah tetap melakukan deteksi dengan menggunakan aplikasi Lapan, demikian juga seluruh Babinsa dilapangan. Disamping itu Babinsa juga melakukan upaya sosialisasi bersama perangkat desa kepada masyarakat untuk mencegah terjadiny kebakaran hutan dan siap membantu pemadaman titik api kebakaran hutan lahan, pungkas Dandim.

Sementara, sumber api diperkirakan berasal dari masyarakat yang membakar sampah perkebunan atau puntung rokok, hal ini terjadi karena keringnya rerumputan dan tumpukan sisa pembersihan lahan ditambah angin kencang sehingga api membesar dan merambat ke lahan sekitar. Babinsa beserta Babinkamtibmas tetap berupaya melakukan pencarian penyebab kebakaran yang menghanguskan lahan seluas 1 hektar tersebut.
KOMENTAR