Komisi IV Dorong Tersedianya Kuota Gratis untuk Siswa Belajar Daring

author photoRedaksi
7 Agu 2020 - 22:35 WIB

BANDA ACEH – Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Tati Meutia Asmara, mendorong agar segera tersedia kuota internet gratis bagi siswa yang selama ini melakukan proses belajar secara daring.

Hal itu disampaikan Tati Meutia Asmara usai membahas kesiapan sekolah tatap muka di masa pandemi Covid-19 dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Banda Aceh di gedung DPRK Banda Aceh, Jumat (07/08/2020).

Tati Meutia menjelaskan, instansi terkait sudah melakukan polling terkait keinginan warga, terutama orang tua didik untuk kembali melakukan sekolah tatap muka. Hasilnya, di Banda Aceh cukup banyak yang setuju.

Namun, kata dia, langkah ini dilakukan dengan beberapa catatan, di mana Dinas Pendidikan harus sudah memiliki kesiapan. Pertama, bagaimana prasarana dan sarana untuk protokol pencegahan Covid-19 tersedia di seluruh sekolah di Banda Aceh.

"Kemudian harus ada peran serta semua pihak dalam melakukan pengawasan, baik itu komite sekolah, kepala sekolah, dan semua elemen masyarakat lainnya agar pola pelaksanaan sekolah tatap muka ini berjalan dengan baik dan aman," tukas dia.

Dia menambahkan, karena uji coba tatap muka ini akan dimulai pada September mendatang, maka sekolah daring yang selama ini sudah berjalan harus tetap berlangsung. Karena itu, untuk meringankan orang tua murid, Tati mendorong Dinas Pendidikan yang sudah melakukan kerja sama dengan Telkomsel bisa membantu meringankan pengeluaran kuota orang tua murid supaya anak didik tetap bisa belajar sebelum belajar tata muka dilakukan.

"Komisi IV sangat mendukung dua hal ini, kami juga mendorong tim gugus Covid mendukung dan memberikan izin untuk terselenggaranya belajar tatap muka nanti, mudah-mudahan tidak terkendala sehingga harapan warga ini bisa dilaksanakan," tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh, Saminan, menjelaskan, dalam hal ini sesuai dengan surat edaran menteri, bahwa pada 13 Juli sudah mulai sekolah dengan pola belajar di rumah. Sejauh ini, pihaknya sudah melakukannya evaluasi, bahkan 70 persen sudah berjalan cukup baik.

Namun, sambung dia, tingkat efektivitas belum mencapai 100 persen, walau demikian Dinas Pendidikan akan berusaha memperbaiki agar di bulan ini (Agustus) menjadi semakin membaik.

Berkaitan dengan akan dilakukanya sekolah tatap muka, Saminan menuturkan, berdasarkan hasil rapat dengan pihak Dirjen Pendidikan, bahwa di zona kuning sudah boleh dilakukan sekolah, maka dalam hal ini ada empat aspek penting yang perlu diperhatikan, yaitu status kota berwarna kuning, memiliki persetujuan dari orang tua murid, memiliki izin dari gugus Covid-19 kota, dan kesiapan sekolah dalam protokol kesehatan.

"Ketiga ini sudah siap, tinggal menunggu izin dari tim Covid Kota Banda Aceh. Jadi mungkin dalam rapat dengan tim Covid akan coba dibicarakan. Dinas pendidikan sudah siap sebagaimana harapan masyarakat, di mana pada masa pandemi ini bisa besekolah tatap muka," tuturnya.

Hadir dalam pertemuan itu Seketaris Komisi, Sofyan Helmi, serta anggota komisi, yaitu Kasumi Sulaiman, Heri Julius, dan Safni. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Saminan, Kepala MPD Salman Ishak beserta jajaran.[]
KOMENTAR