Debit Air Berkurang, 60 Hektar Sawah Warga di Pijay Terlambat Tanam

author photoKherry Leib
2 Jul 2020 - 22:45 WIB

PIDIE JAYA - Puluhan Hektar sawah gagal tanam  tepat waktu dari jadwal yang seharusnya dilakukan karena debit air berkurang disebabkan Drainase tersumbat dan terlalu rendahnya Jembatan rumah warga di seputaran Keude Pliek.

Sehingga harus dilakukan pengerukan  pembongkaran lapak jualan juga jembatan rumah warga yang terlalu rendah, demikian disampaikan Camat Meureudu, Kamis (02/7/2020).

Jailani Camat Meureudu yang media jumpai di lokasi Normalisasi Drainase mengatakan berdasarkan hasil musyawarah petani bersama kejrunblang meminta Pemerintah untuk menormalisasi Drainase dan pembongkaran jembatan rumah warga yang terlalu rendah supaya debit air bisa berjalan lancar ke area persawahan mereka yang ada di Meunasah Balek dan meuraxsa.

"Atas permintaan warga yang ada di Meuraxsa dan meunasah balek melalui rapat bersama kejrunblang meminta supaya sawah mereka seluas 60H dapat dialirin air secukupnya supaya tidak gagal tanam," ungkapnya.

Atas permintaan tersebut Muspika bersama Kejari, PU, melakukan normalisasi dari Keude Pliek sampai seputaran bundaran kota Meureudu, dengan menggunakan ekafator (beco), jelas Camat.

Terkait Normalisasi Drainase di seputaran Kota Meureudu, menurut Kapolsek setempat Ipda Muhammad Yunus lewat Salulernya menyampaikan dukungan penuh terhadap permintaan petani tersebut karena bila kekurangan air jelas masa tanam gagal total.

"Permintaan petani yang ada di dua desa Meunasah Balek dan Meuraxsa sudah dari tahun 2016 yang lalu sebelum saya bertugas disini akan tetapi baru hari ini bisa terlaksana dengan melibatkan berbagai pihak, kenapa hal ini kita lakukan karena mengingat kebutuhan air sangat mendesak untuk 60 hektar sawah sayang bila masa tanam gagal berapa kerugian yang dialami para petani di Dua desa tersebut,"kata   Ipda Yunus yang baru beberapa bulan menjabat Kapolsek Kota Meureudu.

Dari amatan media, Normalisasi Drainase di seputaran Bundaran Kota Meureudu menggunakan Ekafator (Beco) Dam Truck dengan melibatkan Muspika, Satpol PP, Kejari, PU, Danramil juga Kapolsek berjalan aman dan lancar. (KH)
KOMENTAR