BREAKING NEWS

PILKABAS Bank Aceh Salurkan Logistik hingga Layanan Dokter Spesialis

BANDA ACEH - Deru kendaraan rombongan itu berangkat dari Banda Aceh, Kamis pagi, 8 Januari 2026. Di area UMKM Expo Lampineung, Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, melepas langsung keberangkatan mereka. Tujuannya jelas, menyusuri wilayah-wilayah Aceh yang masih basah oleh banjir, membawa bantuan, sekaligus menghadirkan layanan kesehatan.

Rombongan itu datang dari Perkumpulan Istri Karyawan Bank Aceh Syariah—PIKABAS. Aksi mereka diberi nama PIKABAS Peduli. Bukan sekadar menyalurkan sembako, tapi juga menyentuh kebutuhan yang sering luput pascabencana, kesehatan dan semangat anak-anak untuk kembali belajar.

Ketua Umum PIKABAS, Ernita Fadhil Ilyas, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara maraton. Aceh Timur, Aceh Tamiang, hingga Panton Labu menjadi rute utama. "Kami membawa amanah berupa paket sembako, perlengkapan salat, kasur dan selimut, serta kebutuhan anak-anak seperti snack dan perlengkapan sekolah," ujarnya.

Bagi PIKABAS, bantuan tak berhenti pada urusan pangan. Di setiap titik, mereka juga membuka layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Sejumlah anggota PIKABAS yang berprofesi sebagai dokter spesialis ikut turun langsung ke lokasi pengungsian. Warga bisa berkonsultasi, memeriksakan kondisi kesehatan, dan mendapatkan obat-obatan tanpa biaya.

"Kami menyadari pascabanjir, masalah kesehatan sering muncul, mulai dari infeksi kulit hingga gangguan pernapasan," kata Ernita. Karena itu, PIKABAS memilih membawa dokter spesialis agar layanan yang diberikan tak sekadar darurat, tetapi benar-benar menjawab keluhan warga. "Kami ingin warga tidak hanya cukup pangan, tapi juga kembali bugar untuk beraktivitas."

Dalam sambutan pelepasan, Fadhil Ilyas memberi penekanan pada makna kehadiran. Ia menyebut aksi ini bukan rutinitas organisasi semata. "Jadikan perjalanan ini sebagai pengabdian yang tulus," pesannya kepada anggota PIKABAS. "Bank Aceh tumbuh bersama masyarakat. Saat masyarakat berduka, kita wajib hadir memberi solusi."

Dari Banda Aceh, rombongan bergerak menuju Panton Labu untuk penyerahan bantuan tahap awal. Perjalanan berlanjut ke Pondok Pesantren Islam Terpadu Darul Mukhlisin di Karang Baru, lalu ke Desa Alur Cucur, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang. Titik akhir berada di Idie Rayeuk dan Desa Sahraja, Pante Bidari—di sana, bantuan disalurkan sekaligus memperkuat silaturahmi dengan pengurus cabang setempat.

Di setiap persinggahan, pola kegiatannya serupa: bantuan dibagikan, warga diperiksa kesehatannya, anak-anak menerima perlengkapan sekolah. Di tengah keterbatasan pascabanjir, layanan medis gratis menjadi sesuatu yang langka sekaligus dibutuhkan.

PIKABAS berharap langkah ini menjadi pemantik. Bahwa pemulihan pascabencana tak bisa diserahkan pada satu pihak saja. Kolaborasi, solidaritas, dan semangat tolong-menolong, nilai yang dijunjung dalam prinsip syariah—menjadi kunci agar wilayah-wilayah terdampak banjir di Aceh bisa bangkit kembali, perlahan tapi pasti. []
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image