BREAKING NEWS

Didampingi Wakil Pimpinan DPRK, HRD Tinjau Jembatan Pante Lhoong yang Putus Diterjang Banjir


BIREUEN- Wakil Pimpinan DPRK Bireuen, Surya Dharma, S.H., bersama sejumlah anggota DPRK dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mendampingi Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD), meninjau langsung kondisi Jembatan Pante Lhoong yang putus akibat diterjang banjir bandang. Jembatan tersebut menghubungkan Gampong Pantee Lhoong, Kecamatan Peusangan, dengan Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Rabu (7/2/2026).

Jembatan Pante Lhoong merupakan akses vital yang menghubungkan tiga kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Peusangan, Peusangan Siblah Krueng, dan Kecamatan Makmur. Putusnya jembatan ini berdampak serius terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari lumpuhnya distribusi hasil pertanian hingga terganggunya akses pendidikan dan pelayanan sosial.

Zulfikar Muhammad, warga Desa Kubu, mengatakan keberadaan jembatan tersebut sangat menentukan roda perekonomian masyarakat setempat. Hampir seluruh aktivitas warga, khususnya pengangkutan hasil sawah dan perkebunan, bergantung pada akses Jembatan Pante Lhoong.

"Jembatan ini urat nadi ekonomi warga. Jika tidak segera dibangun kembali, maka perekonomian masyarakat akan terhenti dan kerugian semakin besar," ujar Zulfikar.

Hal senada disampaikan Keuchik Desa Kubu, Razali. Ia menyebutkan, masyarakat Peusangan Siblah Krueng berharap pemerintah segera membangun jembatan sementara sebagai solusi darurat, berupa jembatan bailey, untuk memulihkan mobilitas warga.


"Alhamdulillah, dalam kunjungan ini Bapak HRD menyampaikan komitmennya untuk mengupayakan pembangunan jembatan bailey agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal secepatnya," kata Razali.

Menurut Razali, dampak putusnya jembatan tidak hanya dirasakan pada sektor ekonomi, tetapi juga sangat mengganggu aktivitas pendidikan. Anak-anak sekolah terpaksa menempuh jalur alternatif yang jauh dan berisiko.

"Jika jembatan ini belum dibangun, kami harus memutar melalui Kutablang dan masuk ke jalan lintas nasional Banda Aceh-Medan dengan jarak sekitar 20 kilometer menuju Matang Geulumpang Dua. Padahal, jika melalui Jembatan Pante Lhoong jaraknya hanya sekitar 3 kilometer," jelasnya.

Selain persoalan jembatan, warga juga berharap pemerintah segera menurun kan alat berat untuk membersihkan material lumpur yang menumpuk di kawasan permukiman. Akibat banjir bandang, endapan lumpur di sejumlah titik, khususnya di Desa Kubu, dilaporkan mencapai ketinggian hampir dua meter.

"Kami sangat membutuhkan bantuan alat berat agar perkampungan warga bisa segera dibersihkan dan kembali layak dihuni," pinta Razali.

Kunjungan Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan M. Daud, ke lokasi jembatan putus tersebut diharapkan menjadi langkah awal percepatan penanganan infrastruktur terdampak banjir di Kabupaten Bireuen. Upaya ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya isolasi wilayah berkepanjangan serta krisis sosial dan ekonomi yang lebih luas di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng dan wilayah sekitarnya.(Red)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image