Jual Kulit dan Organ Harimau Sumatera, 4 Pelaku Diciduk di Aceh Timur

ACEH TIMUR - Ditreskrimsus Polda Aceh mengamankan empat orang pelaku diduga sindikat perdagangan kulit Harimau Sumatera.

Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Margiyanta, mengatakan keempat pelaku telah melakukan tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem, dengan menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa dilindungi dalam kondisi mati.

Para pelaku berinisial MR (43), A(47), MD (50), dan S (45). Polisi juga masih memburu pelaku lain yang berstatus DPO, berinisial B (50). Para pelaku juga diketahui memperdagangkan taring dan kuku beruang madu.

“Para pelaku ini ingin menjual satwa dilindungi berupa harimau dan beruang madu,” kata Margiyanta, Senin (22/6).

Dari tangan para pelaku, polisi menyita 1 kulit harimau dalam keadaan basah, 4 taring harimau beserta tulang belulang, 4 taring beruang madu, dan 20 kuku beruang madu. Barang bukti yang berhasil diamankan tersebut adalah satwa liar tangkapan di kawasan Hutan Gayo Lues.

“Keempatnya ditangkap di depan SPBU Lhok Nibong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Rabu (17/6) lalu,” ujar Margiyanta.

Margiyanta menuturkan, modus pemburuan yang digunakan para pelaku dengan cara memasang jerat untuk menangkap harimau.

“Setelah terkena jerat mereka membiarkan satwa itu selama enam hari di dalamnya, saat sudah mati baru dikeluarkan untuk mengambil kulitnya,” sebut Margiyanta.

Kulit harimau ini rencananya akan dijual ke luar Aceh lewat Medan, dengan harga Rp 100 juta. (Kumparan)
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru