Warga Dayah Tuha Korban Konflik Hidup Memprihatinkan

author photoKherry Leib
12 Feb 2020 - 20:42 WIB

MEREUDUE - Sungguh menyedihkan kisah hidup yang dialami Salah Satu keluarga Akibat Komplik bersenjata di Aceh dulu sampai hari ini Rabu (12/2/2020) masih berbekas dalam kesehariannya.

Erlina (38) warga Dayah Tuha Kecamatan Meureudu Pidie Jaya, mengalami gangguan jiwa  sejak 20 tahun yang lalu sampai hari ini belum ada kesembuhannya bermacam cara telah diusahkan baik melalui medis atau berobat Kampung namun tidak jua kunjung hasilnya. Hal tersebut disampaikan Abang Kandung Erlina pada saat  Media ini berkunjung ke rumahnya.

Jufni, SPd Abang Kandung Erlina mengatakan sejak 20 tahun yang lalu adiknya mengalami gangguan jiwa, ibunya yang sudah 70 tahun pun sakit sakitan  lumpuh hilang pendengaran, dan Bisu.

"Sejak adik mengalami gangguan jiwa ibuk juga sering sakit karena memikirkan dia (Erlina_red) sementara Ayah sudah lama meninggal, satu -satunya tulang punggung keluarga adalah saya, mau tidak mau saya harus tetap tabah karena mereka sudah tidak mampu berbuat apa -apa. Erlina setiap hari harus ada obat kalau tidak dia akan ngamuk melempar rumah orang memaki tetangga dal lainnya," ungkap Jufni.

Masih menurut Jufni, disela -sela membujuk adiknya untuk minum obat, biaya untuk berobat memang gratis tapi biaya transpor dan makan sehari hari sungguh susah karena keluarga ini tidak pernah mendapatkan bantuan baik dari Desa apalagi Dinas Terkait.

Dari amatan Media Kehidupan Keluarga Erlina dan Ibunya Banteung Bin Ismail sungguh memprihatikan Rumah beralas Tanah, tidur di atas Plastik, makan kadang ada terkadang tidak tergantung abangnya yang antar, karena abangnya Jufni tinggal di Kecamatan Ulim.

Melalui media ini Jufni berharap kepedulian pemerintah baik pemerintah Desa juga Kabupaten, karena Sampai berita ini diturunkan Keluarga tersebut tidak pernah menerima Bantuan apapun termasuk Bantuan dari Dinsos yaitu PKH /BLT. (KH)
KOMENTAR