Rekam Jejak H. T. Ibrahim: Kader Tangguh yang Tumbuh dari Akar Rumput dan Konsisten Menjaga Loyalitas Partai
0 menit baca
BIREUEN- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bireuen, Zulfikar Apayub, menegaskan bahwa sosok H. T. Ibrahim merupakan representasi kader partai yang tumbuh melalui proses panjang, berjenjang, dan sarat pengabdian sejak awal dinamika reformasi politik di Aceh.
Menurut Zulfikar, rekam jejak politik H. T. Ibrahim mencerminkan kaderisasi yang sehat dan utuh dalam tubuh Partai Demokrat. Ia memulai pengabdian dari level terbawah, menapaki berbagai tanggung jawab strategis, mulai dari Ketua DPC Aceh Besar, Anggota DPRK, dua periode sebagai Anggota DPRA, hingga saat ini dipercaya rakyat sebagai Anggota DPR RI.
"H. T. Ibrahim adalah contoh nyata kader yang dibentuk oleh proses, bukan instan. Sejak 2004 beliau berproses dengan konsistensi, loyalitas, dan komitmen kuat terhadap partai serta kepentingan rakyat," ujar Zulfikar.
Ia menilai, perjalanan panjang tersebut menunjukkan integritas politik dan kesetiaan yang teruji terhadap Partai Demokrat. Lebih dari itu, kata Zulfikar, pengabdian H. T. Ibrahim mencerminkan nilai-nilai politik yang berakar pada kerja nyata, etika, dan tanggung jawab moral terhadap konstituen.
Zulfikar juga menekankan bahwa kepercayaan rakyat yang terus diberikan dari satu periode ke periode berikutnya merupakan cerminan dari kinerja dan kedekatan H. T. Ibrahim dengan masyarakat. Mandat rakyat, menurutnya, tidak lahir dari pencitraan semata, melainkan dari kehadiran dan keberpihakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kepercayaan rakyat adalah amanah. Bang Bram mendapatkannya karena beliau bekerja, mendengar, dan hadir bersama rakyat. Ini adalah pelajaran penting bahwa politik sejatinya adalah pengabdian, bukan sekadar kekuasaan," tegasnya.
Lebih lanjut, Zulfikar menyampaikan bahwa Partai Demokrat membutuhkan kader-kader yang mampu menjaga marwah organisasi, solid dalam barisan, serta berpegang teguh pada nilai, etika, dan mekanisme partai dalam setiap langkah perjuangan politik.
Ia berharap, perjalanan dan pengalaman politik H. T. Ibrahim dapat menjadi sumber inspirasi, khususnya bagi kader muda Demokrat dan generasi bangsa secara luas, bahwa membangun kekuatan politik dan demokrasi harus dimulai dari bawah, dijalani dengan kesabaran, serta ditopang oleh integritas dan loyalitas terhadap nilai-nilai kebangsaan.
"Keteladanan seperti inilah yang dibutuhkan bangsa dan negara hari ini, pemimpin yang lahir dari proses, berakar pada rakyat, dan konsisten menjaga kepercayaan," pungkas Zulfikar.(Red)