PT Bank Aceh Syari'ah Cabang Bireuen Gelar Pelatihan UMKM Ecoprint

author photoM. Sulaiman
22 Jan 2020 - 17:03 WIB

BIREUEN- PT Bank Aceh Syari'ah Cabang Kabupaten Bireuen bekerjasama dengan Lembaga Zakat Infaq Sadakah Muhammaddiah (LAZISMU) menggelar kegiatan pelatihan Ecoprint dan Clay tepung, yang dibimbing dan dilatih oleh pemateri Nasional yakni Ibu Pupung dari Jawa Tengah yang berlangsung selama 2 hari, kegiatan yang dilaksanakan di Aula Bank Aceh Syari'ah Cabang Bireuen, dimulai dari tanggal 20/21 Januari 2020.


Pelatihan dengan mengusung tema “Kreatif, unik & produktif” tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bireuen, Dr Muzakkar A Gani SH MSi.


Didalam kata sambutan dan arahan, utamanya Wabup mengharapkan dengan adanya pelatihan UMKM Ecoprint ini akan dapat melahirkan pengusaha-pengusaha muda bidang tekstil, khususnya di kabupaten Bireuen.


“Kita berharap masyarakat dapat mengembangkan usahanya, tanpa harus bergantung semata-mata dari pemerintah, tapi harus mandiri, sehingga dapat menambah pendapatan keluarganya,” Ujar Wabup Muzakkar.


Pemimpin PT Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen, Muhammad Hendra Supardi memaparkan, pelatihan ecoprint untuk kaum kaum ibu-ibu dan perempuan muda kreatif itu dilaksanakan pihaknya sebagai program pemberdayaan kesejahteraan ekonomi masyarakat dalam bentuk membina para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah kabupaten Bireuen.


Untuk kegiatan pelatihan tersebut PT BAS cabang Bireuen menghadirkan seorang pemateri nasional yakni Pupung Pursuta, ahli pembuatan motif kain secara alami yang berasal dari Purwokerto Jawa Tengah.


Seluruh peserta pelatihan utusan dari 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen dilatih ecoprint (teknik pembuatan motif kain secara alami) terlaksana berkat inisiasi PT Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen bekerja sama dengan Lembaga Amal Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadyah (LAZISMU) Bireuen dan Bertujuan untuk menghadirkan serta memperkaya khasanah bentuk bisnis di segment UMKM di Kabupaten Bireuen.


“cara kerja Ecoprint ini modalnya sangat sederhana. Dikarenakan, selain tidak memakai mesin, bahannya mudah didapatkan dan produksinya pun mudah untuk dipasarkan. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” kata Hendra Supardi.


Masyarakat, khususnya peserta bisa dengan mudah menciptakan dan memproduksi di rumahnya masing-masing dan selanjutnya dapat dipasarkannya untuk menambah pundi-pundi pendapatan keluarga.


Ia menambahkan, Ecoprint selama ini hanya menjadi produksi yang seakan khasnya pulau Jawa. Diharapkan, dengan pelatihan UMKM ini kedepan bisa juga dikembangkan dl Aceh khususnya Bireuen dan dapat menjadi khas daerah dalam bentuk karya-karya seni dibidang tekstil berciri khas Daerah.


“Hal ini menarik karena Ecoprint masih terbilang baru dikalangan masyarakat Bireuen. Adapun sasaran dari pelatihan ini adalah ibu-ibu rumah tangga dan wanita muda produktif,” Imbuh Pemimpin PT BAS cabang Bireuen, M.Hendra Supardi S.HI, M.SM.


Penyelenggara kegiatan pelatihan tersebut menghadirkan pemateri Nasional yakni Pupung Puswita yang berasal dari Purwokerto Jawa Tengah.


Dalam bimbingannya, Pupung Puswita menjelaskan, ecoprint merupakan teknik mencetak dan mewarnai pakaian dengan menggunakan bahan-bahan alami berbasis tumbuhan. Pewarnaan pada kain tekstil murni metode ekoprint ini memakai bahan herbal dengan cara perebusan hingga tidak menyebabkan kerusakan alam.(MS) 

KOMENTAR