Bireuen ini Bukan milik Bupati Hentak Haji Subar Dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRK

author photoM. Sulaiman
12 Okt 2019 - 14:12 WIB

BIREUEN- Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Menyambut Hari Jadi Kabupaten Bireuen HUT Ke 20 yang dilaksanakan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, turut menghadirkan H. Subarni A. Gani selaku deklator pencetus (Pendiri) Bireuen, memaparkan dalam sambutannya Bireuen ini bukan Milik Bupati H Saifannur, melainkan milik Masyarakat dan Milik Bersama, seharusnya pembangunan Infrastruktur sudah dapat dinikmati secara merata dikalangan Masyarakat, baik di seluruh penjuru pelosok Desa.


Pencetus Atau Pendiri Kabupaten Bireuen H Subarni A. Gani menyebutkan dalam sambutan pada rapat paripurna Istimewa DPRK Bireuen, dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Bireuen HUT Ke 20. 12 Oktober 1999, (12 Oktober 2019).


H Subarni memaparkan rasa kekesalan selama ini, dulu saat pembentukan Kabupaten Bireuen, 70 persen dananya berasal dari sumbangan masyarakat, di setiap gampong mulai dari Samalanga sampai Gandapura Ungkap Tokoh Pencetus Bireuen. Maka Bireuen ini bukan milik Bupati semata wayang, melainkan milik seluruh Masyarakat sampai ke penjuru pelosok Desa,  sambut tepuk tangan para tamu undangan yang hadir. 


H Subarni menyisahkan, dulu di kepanitian pembentukan Kabupaten Bireuen dia yang menjadi bagian Keuangan, yang datang langsung ke kecamatan-kecamatan menjumpai keuchik minta sumbangan untuk dapat terbentuk nya Bireuen.

"Jadi 70 persen dari masyarakat dari setiap kampung, dan 30 persen dari pengusaha, tidak ada pengusaha yang mutlak memberi sumbangan dalam pembentukan Kabupaten Bireuen," papar H Subar.

Lanjutnya, keberadaan pemerintah Bireuen harus hadir dan dinikmati oleh seluruh masyarakat. Kalau tidak, maka tak ada gunanya kabupaten ini berdiri lagi. 

Karena sebab itu, ketersediaan air saat musim tanam harus dinikmati oleh petani. Begitu juga dengan petani tambak, harus diperhatikan dan bisa menikmati pembangunan Kabupaten Bireuen. Dia juga menyinggung tentang pengusaha yang tak dapat kerja di kabupaten sendiri.

"ini sangat ganjil bila Pengusaha Kabupaten Bireuen tidak dapat kerja untuk Kabupaten Bireuen yang telah lahir ini. Padahal dulu, kontraktor Bireuen bekerja melakukan pembangunan di Aceh Utara pengusaha Bireuen yang mengerjakannya, PT Arun, PT PIM," sebut Haji Subar yang saat itu juga kontraktor di Bireuen. 

Masih dalam paparan H Subar, iya juga meminta supaya tahun depan pada paripurna peringatann HUT Bireuen tak ada lagi kata sambutan dari panitia kabupaten, karena panitia sudah bubar setelah kabupaten Bireuen terbentuk.

Sambutannya nanti dari dari tokoh Alim Ulama dan Tokoh masyarakat mulai dari Samalanga sampai Gandapura, agar rasa bersatu lebih kental, tidak ada yang ditonjolkan

" H Subar meminta kepada Bupati H Saifannur setahun sekali dapat menkumpulkan tokoh masyarakat, ulama dari Samalanga sampai Gandapura, untuk duduk bersama Bupati, dewan serta pejabat SKPK, mendengarkan ide-ide pembangunan Inspratruktur ekonomi," minta H Subar.

Lanjutnya, sebodoh bodohnya orang, pasti ada ide untuk disampaikan, siapa tahu ide itu bagus demi kemajuan Bireuen.

"Bek sang -sang kabupaten nyon ata Bupati  sagai, Bireuen ini bukan Bupati Bireuen semata wayang, Bireuen ini milik kita semua, milik masyarakat," Hentang H Subarni pencetus Bireuen tersebut.(MS)

KOMENTAR