Dua Petani Terseret Arus Sungai Saat Hendak Kekebun Di Leubok Geulumpang Pinto Rimba

author photoM. Sulaiman
23 Sep 2019 - 07:40 WIB

BIREUEN- Dua Orang Petani kebun bersama dua sepeda motor ikut terseret arus saat hendak menyebrangi sungai menuju keladang mereka, tepatnya di lokasi leubok geulumpang desa pinto rimba Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen. Sabtu sore sekitar pukul 18:00 WIB.

Kedua orang Petani tersebut yakni, Mursalin 29 tahun, alamat leubu Kecamatan Makmur dan sepeda motornay merek Mega Pro ikut terseret arus, sementara itu. Saiful 45 tahun alamat Desa Pucoek Alue Kecamatan Peudada dan sepeda motornya merek Supra Vit yang ikut terseret ke arus sungai, sedang meluap air das. 

Kedua orang petani kebun tersebut Hendak Menyeberangi sungai dengan sepeda motornya menuju kekebun,  setiba di pertengahan sungai tiba tiba arus sungai yang deras menghantam kedua orang petani tersebut sehingga mereka berdua terseret arus serta sepeda motornya, sementara itu kedua petani tersebut berhasil menyelamatkan diri namun kedua sepeda motor mereka tenggelam di bawa arus sungai yang sedang meluap besar. 

Sehingga kedua orang petani tersebut harus terpaksa memalam di tepi sungai sambil menunggu pagi tiba, namun pada hari Minggu. 22 September 2019 pagi sekitar pukul 10:00 WIB. Mereka beritahukan kepada warga sekitar itu, puluhan Masyarakat Melakukan Pencarian Kendaraan Petani Yang Hanyut Terseret Arus sungai pada hari sabtu sore kemarin, setelah di lakukan pencarian selama satu Jam Kedua sepeda motor berhasil di temukan dengan kondisi rusak mesin dan bodi nya, 

Pada sela pencarian sepeda motor kedua petani itu. Muntasir Mahmud Mukim Blang Birah Kecamatan Peudada mengatakan di lokasi ini sudah lima belas orang yang meninggal dunia akibat diseret arus sungai kejadian petani di seret arus sungai sudah sangat sering terjadi namun mereka masih terselamatkan seperti yang terjadi pada hari sabtu sore kemarin.

Dan lokasi penyebrangan sungai ini merupakan akses satu satunya yang bisa di lewati oleh petani yang akan menuju kekebun kawasan pengeling rampago dan batee lhee setiap harinya sekitar lima ratus lebih petani yang datang dari barbagai Kecamatan dalam Kabupaten Bireuen melintasi sungai tersebut. 

Kita berharap Kepada Pemerintah Bireuen dan Pemerintah Aceh untuk dapat melihat penderitaan petani di Bireuen juga Ia berharap Pemerintah dengan segera dapat membangun Jembatan di lokasi sungai ini agar dapat terhindar Kejadian yang menimpa petani selama ini, semoga pemerintah dapat terbuka mata hatinya untuk tidak terjadi lagi musibah seperti ini lagi harapnya. (MS)
KOMENTAR