Buka Pelatihan Digital Talent, Cek Mad Ajak Generasi Milenial Cerdas Ber-IT

author photoBphat Umar
3 Jul 2019 - 18:05 WIB

ACEH UTARA - Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib mengajak generasi milenial cerdas dalam memanfaatkan teknologi informasi (information technology – IT), lebih-lebih lagi di era revolusi industri 4.0 saat ini.

Jadilah generasi yang maju dan cerdas, jangan sebagai generasi yang menjadi objek teknologi. Demikian antara lain disampaikan Bupati H Muhammad Thaib dalam sambutannya ketika membuka pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi RI bekerjasama dengan manajemen Politeknik Negeri Lhokseumawe di auditorium kampus Buket Rata, Lhokseumawe, Rabu, 3 Juli 2019.
Generasi objek teknologi, kata Cek Mad mencontohkan, misalnya main game sampai berjam-jam dan lupa waktu. Juga pecandu sinetron. "Jika main game lebih dari 20 menit, itu kebiasaan tidak baik," ungkap Cek Mad, sapaan akrab Bupati Aceh Utara, seraya mengajak anak-anak muda untuk memanfaatkan IT pada hal-hal yang lebih berguna dan mendatangkan kemaslahatan umat serta bagi pembangunan daerah.
Menurut Cek Mad, jika dimanfaatkan secara benar, digital teknologi sangat dibutuhkan untuk kemajuan daerah. Bukan hanya terhadap perbaikan sistem layanan publik oleh pemerintah yang berbasis online, akan tetapi juga dalam pertumbuhan ekonomi berbasis digital, atau yang disebut sebagai ekonomi kreatif, sekarang ini.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelatihan DTS Kementerian Kominfo RI  – PNL Muhammad Hatta, MT, melaporkan bahwa jumlah peserta pelatihan ini 172 orang, merupakan siswa SMK dari berbagai daerah di Aceh, yakni dari Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Bireun, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Lhokseumawe dan Aceh Utara.
Menurut Hatta, para peserta akan diampu oleh instruktur-instruktur yang mempunyai skill khusus bidang IT yang didatangkan oleh Kementerian Kominfo selama 30 hari. Nantinya peserta akan dilakukan sertifikasi kompetensi dengan SKKNI, sehingga keahliannya diakui secara nasional.
"Ada empat skil yang dilatih di sini, yaitu junior mobile programmer, junior graphic designer, intermediate animator, dan junior web developer," jelas Hatta.
Direktur PNL Rizal Syahyadi, ST, M.Eng.Sc, mengatakan pihaknya akan terus berupaya mengembangkan pendidikan vokasional bagi masyarakat. Untuk itu, dia sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Kementerian Kominfo yang telah mempercayakan PNL melaksanakan pelatihan DTS bagi siswa-siswa SMK di Aceh.

Sementara, Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kementerian Kominfo Medan, Irbar Sumekto, dalam pemaparannya mengharapkan semua peserta yang telah mengikuti pelatihan DTS ini agar berkompeten nantinya. Sebab itu, pada akhir masa pelatihan akan dilakukan uji kompetensi sesuai dengan bidang skill yang diambil oleh masing-masing peserta.

Ke depan, kata Irbar, semua bidang pekerjaan dan profesi akan ditangani dan dikendalikan dengan basis teknologi IT, baik dalam administrasi pemerintahan maupun  swasta. Misalnya, dalam pengembangan smart city, e-commerce, juga pertumbuhan ekonomi digital yang kian pesat sekarang ini. 

"Keahlian di bidang digital talent ini akan sangat berguna bagi adik-adik SMK pada masa mendatang," demikian Irbar. 

Pembukaan pelatihan DTS ini turut dihadiri oleh Wakil Walikota Lhokseumawe Yusuf, SE, MM, sejumlah Kepala SKPK Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, para Wakil Direktur PNL, sejumlah dosen PNL, dan pejabat dari Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kementerian Kominfo Medan. []
KOMENTAR