Masyarakat diminta Cerdas Jangan Termakan Issu People Power

author photoKherry Leib
17 Mei 2019 - 10:21 WIB

JAKARTA - Terkait akan adanya People Power (Kekuatan Rakyat) yang akan dilakukan pada (22/05) nanti terkait hasil pemilihan umum (pemilu), ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) melalui handponenya Jum'at (17 / 05 / 2019) pada Theatjeh.net mengatakan Issu People Power yang lagi panas saat ini merupakan bentuk jualan para politikus pada masyarakat.

'Seperti pedagang sayuran, dia jual kangkung, terong, wortel, tomat, juga pisang, dan lain-lain. Demikian juga politisi, mereka jualan kemiskinan rakyat, kebodohan, kelaparan, dan sejenisnya, ungkapnya.

Menurut Ketua PPWI yang pernah mengecam pendidikan di PPRA, pada tahun 2012 itu
Issu people power merupakan salah satu bentuk jualan/komoditi yang saat ini dipandang cukup laku dijual. People power adalah amunisi untuk mengancam, menakut-nakuti, atau menyerang secara psikologis. Tujuannya tidak lain untuk tawar-menawar perolehan kekuasaan.

Harapan saya, publik cerdas, tidak tergiring menjadi kuda tunggangan para politisi yang sedang jualan segala ragam issu tadi.
karena yang rugi   sendiri  Bahkan mati konyol, tidak mendapatkan apa-apa kecuali pengalaman merugi dalam hidup. 

Sementara, para pedagang issu (politisi) itu kenyang menikmati hasil jualannya,sementara kita jadi korban sia-sia, kata Wilson yang pernah melatih ribuan jurnalis tersebut. (kh)
KOMENTAR