Gayo Lues Peringati Hari Otda ke 23 Tahun 2019 di halaman kantor Bupati

author photoKamsah
26 Apr 2019 - 08:26 WIB

BLANGKEJEREN -  Pemerintah kabupaten Gayo Lues menggelar upacara bendera peringati Hut Otoda Ke-23 tahun 2019 yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Gayo Lues, Kamis (25/4/2019). 

"Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten melalui peneyelnggraan Otonomi Daerah yang krearif dan inovatif"

Wakil Bupati Gayo Lues, H.Said Sani selaku inspektur upacara dalam sambutannya menyampaikan amanat menteri dalam negeri, "pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan Rahmat dan inayah-Nya kita dapat menyelenggarakan upacara memperingati hari otonomi daerah ke XXIII pada tanggal 25 April 2019. Tema hari otonomi daerah tahun ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik melalui penyelenggaraan otonomi daerah yang kreatif dan inovatif," .

"Tema peringatan hari ini  merupakan refleksi dari eksistensi dan ekspektasi masyarakat kepada pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia untuk memperdayakan otonomi daerah dalam mewujudkan kemandirian, kemajuan dan kesejahteraan daerah,".

"Pada kesempatan ini saya ingin memberikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah dan masyarakat dengan telah mendukung terselenggaranya pemilu serentak tanggal 17 April 2019 yang berjalan lancar, aman dan tertib, dan pasca pemungutan suara pemilu serentak ini diharapkan sentiasa menjaga suasana kondusif di masyarakat, sehingga pelayanan publik dan aktivitas pemerintahan terselenggara dengan aman, lancar dan terkendali,".

"Saudara-saudara, perjalanan otonomi daerah pasca reformasi hingga sekarang dapat dikatakan banyak kemajuan yang telah dicapai. Otonomi daerah telah memberikan solusi untuk mendorong kemajuan pembangunan daerah, dimana di daerah  masyarakat didorong dan diberi kesempatan yang luas mengembangkan kreativitas dan inovasinya,".

"Muara dari pelaksanaan otonomi daerah adalah terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, serta partisipasi aktif masyarakat. Disamping itu, daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan, kekhususan serta potensi keanekaragaman daerah,".
 
"Setidaknya terdapat tiga hal prinsip yang berubah secara drastis setelah diberlakukannya kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah,  pertama otonomi daerah secara nyata telah mendorong budaya demokrasi ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Otonomi daerah juga telah mampu memberikan nuansa baru dalam sistem pemerintahan daerah, dari sentralistik demokrasi  kearah desentralistik partisipatoris, dengan tetap dalam kerangka negara kesatuan republik Indonesia. Kedua, otonomi daerah telah menumbuhkembangkan iklim kebebasan berkumpul, berserikat serta mengemukakan secara terbuka bagi seluruh masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif untuk turut serta membangun daerahnya,".

"Ketiga, dengan desentralisasi yang telah berjalan selama ini, maka berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat, tidak lagi harus melalui proses panjang dan berbelit-belit, tetapi menjadi sangat efesien dan responsif. Melalui kebijakan desentralisasi, pemerintah daerah telah diberikan kewenangan yang lebih luas dalam mengelola dan menggarap potensi ekonomi  yang ada didaerah. Dengan demikian, maka berbagai aktivitas ekonomi di daerah dapat bertumbuh dengan pesat,". 

"Dalam penyelenggaraan otonomi daerah tidak dapat menganggap bahwa masyarakat itu hanyalah semata-mata sebagai "konsumen" pelayanan publik, tapi dituntut adanya kemampuan untuk memperlakukan masyarakat sebagai "citizen" termasuk bagaimana meningkatkan sumber daya manusianya,".

"Untuk itu semua aparatur sipil negara di daerah harus memberikan kualitas pelayanan publik yang lebih baik sebagai wujud pelaksanaan reformasi birokrasi didaerah provinsi dan kabupaten/kota. Dengan demikian pemerintah daerah harus dapat beradaptasi dengan kepentingan masyarakat, dimana masyarakat semakin menyadari akan hal dan kewajibannya sebagai warga negara dalam mendapatkan pelayanan,". Tandasnya.(kamsah galus)
KOMENTAR