Untuk Meningkatkan PAD, Bupati Muhammad Amru Pimpin Rapat Pembentukan BLUD

author photoRedaksi
15 Nov 2018 - 18:20 WIB

Gayo Lues - Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru pimpin rapat pembentukan BLUD. Rapat ini dilakukan di Ruang Kerja Bupati Gayo Lues, Kamis (15/11/2018).

Dalam rapat Muhammad Amru menyampaikan, Pemerintah Gayo Lues mempunyai keinginan untuk membentuk BLUD untuk peningkatan potensi Daerah Komoditi Daerah. "Mengenai pembentukan BLUD-DB agar diverifikasikan dengan meningkatkan pengelolaan dan pengawasan serta untuk rancangan ini kepada dinas terkait masalah ini agar dapat jadi perhatian kita bersama."

Perdagangan sere wangi sudah mencapai 9 milyar perbulan dan belum ada pendapat untuk Daerah. Begitu juga dengan perdagangan kopi belum ada yang didapatkan oleh daerah. 

"Kedepannya setiap perdagangan komoditi harus ada bagiannya ke PAD. Kemudian alam kita harus kita manfaatkan dengan komoditi baru seperti jernang, tanaman ini bisa ditanam sebanyak mungkin tanpa harus merusak hutan. Dengan harapan dapat meningkatkan penghasilan masyarakat serta menambah PAD Kabupaten Gayo Lues," kata Amru.

Dalam kesempatan yang sama para peserta rapat menyampaikan tanggapan dan masukannya diantaranya, Tim Task Force, Saparudin yang menyampaikan, untuk PAD lebih baik mengarah ke BUMD namun BLUD ini bisa disiapkan ke arah pelayanan. 

"BLUD tetap dibentuk dan dipercepat, mengkaji bagaimana BUMD kita sebagai pembantu potensi Daerah dan dengan kedua program ini agar bisa meningkatkan PAD," kata Saparudin. 

Kemudian Abdul Karim juga menyampaikan, BLUD dibentuk untuk membantu penyelenggaraan Pemerintah tanpa harus terikat dengan anggaran di suatu instansi termasuk diantaranya Pembentukan BLUD-DB.

"Untuk menarik dana bergulir tersebut maka dibentuk maka dibentuklah LPDB dan LPP. Jadi BLUD itu bukan hanya bisa untuk satu unit saja tapi bisa ke berbagai unit," kata Karim. 

Anggota DPRK Yusuf menanggapi, "Untuk BLUD agar terhindar dari permasalan agar kiranya rancangan baru tentu harus ada aturan baru. Apabila berkaitan dengan pemerintah hendaknya bisa melibatkan pihak ketiga sehingga memudahkan Pemerintah melaksanakan rancangan program tersebut."

"BLUD ini berkaitan dengan PAD Gayo Lues, sehingga Dana dari BLUD dapat menciptakan peluang usaha baru yang pada akhirnya bisa menghasilkan PAD Gayo Lues," kata Yus.

Ditambahkan lagi oleh Asisten III Ir. Bambang Waluyo, "Mengenai Bantuan yang berkaitan dengan PAD ini harus dievaluasi terlebih dahulu serta pengelolaannya juga harus lebih baik dari sebelumnya." 

Selanjutnya Kabag Organisasi Dedy Yasin, menanggapi masalah BLUD ini dari segi Perangkat Daerah, kalau bisa administrasinya harus pas dengan dokumen yang cukup, dan dalam pengelolaannya jelas dan aturannya juga harus jelas.

Tampak hadir dalam rapat tersebut, Bupati Gayo Lues, Anggota DPRK Gayo Lues, Tim Task Force, Sekda Gayo Lues, Asisten II dan III, Kepala Dinas terkait, Kepala Bagian terkait.(kamsah galus)
KOMENTAR