SWIPE UP TO READ

Kopi Agusen Gayo Lues Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi Pascabanjir

Sekitar 99 persen warga Agusen bekerja sebagai petani kopi. Pendampingan pengolahan dan akses pasar menjadi bagian pemulihan setelah banjir November 2

THE ATJEH NET - Petani kopi di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, mulai memulihkan penghidupan setelah bencana hidrometeorologi pada November 2025. 

Pendampingan pengolahan hasil panen dan akses pasar menjadi bagian dari upaya meningkatkan pendapatan warga, sementara pemerintah daerah menyiapkan alokasi bibit untuk lahan seluas 50 hektare.

Pengulu Agusen, Ramadan, mengatakan sekitar 99 persen warga desa tersebut bekerja sebagai petani kopi. Karena itu, pemulihan perkebunan menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat setelah bencana.

“Pascabanjir, alhamdulillah warga Kampung Agusen sudah mulai pulih perekonomiannya. Jadi kopi ini bisa mendongkrak perekonomian masyarakat,” kata Ramadan, Ahad, 11 Oktober 2026.

Pendampingan dari Baitul Maal Merbabu-Merapi (BM3) mencakup pengolahan hasil panen hingga pemasaran. Petani dapat mengeringkan kopi menggunakan fasilitas greenhouse sebelum mengolahnya menjadi green bean atau biji kopi hijau yang siap memasuki tahap pengolahan lanjutan.

Menurut Ramadan, pengolahan tersebut membantu warga menghasilkan kopi dengan nilai jual lebih tinggi dibandingkan metode yang sebelumnya digunakan.

“Alhamdulillah, masyarakat Kampung Agusen sekarang sudah bisa mengolah kopi mulai dari ceri sampai menjadi green bean,” ujarnya.

Pengolahan kopi dan akses pasar

Harga kopi di Agusen berbeda menurut bentuk dan tahap pengolahannya. Berdasarkan keterangan pemerintah desa, kopi dalam bentuk gabah dijual sekitar Rp53.000 per kilogram, kopi ceri Rp20.000 per kilogram, sedangkan biji campuran sekitar Rp18.000 per kilogram.

BM3 membeli hasil panen petani untuk dipasarkan melalui jaringan mitranya. Skema tersebut membuka akses pasar bagi warga sekaligus mendorong peningkatan mutu produk.

Meski demikian, keberlanjutan manfaat ekonomi bergantung pada konsistensi pembelian, standar kualitas, biaya pengolahan, dan perkembangan harga pasar. Harga jual yang lebih tinggi juga belum otomatis menunjukkan kenaikan keuntungan bersih petani karena biaya produksi dan pengolahan perlu diperhitungkan.

Warga berharap pendampingan berlanjut agar pemasaran lebih terjaga dan pendapatan keluarga petani semakin kuat.

Bibit kopi disiapkan untuk 50 hektare

Dukungan juga diarahkan pada sisi produksi. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Gayo Lues, Ridwansyah, mengatakan pemerintah daerah mengusulkan program pascabencana untuk lahan seluas 1.000 hektare. Dari usulan tersebut, Desa Agusen mendapat alokasi yang direncanakan untuk 50 hektare dan dua kelompok tani.

“Kami mengusulkan program pascabencana untuk lahan seluas 1.000 hektare. Khusus Desa Agusen dialokasikan 50 hektare bagi dua kelompok tani,” kata Ridwansyah.

Saat ini, luas kebun kopi di Agusen diperkirakan mencapai 250 hektare. Masyarakat juga mengusulkan perluasan areal tanam karena ketersediaan lahan semakin terbatas.

Namun, rencana pengembangan perkebunan perlu memperhatikan status dan batas lahan. Desa Agusen berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Leuser, sehingga penambahan areal harus mengikuti ketentuan tata ruang dan perlindungan kawasan konservasi.

Pemulihan bergantung pada kolaborasi

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Gayo Lues, Irwansyah, mengatakan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga masyarakat diperlukan untuk mempercepat pemulihan. Dukungan itu dibutuhkan karena pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran, sementara perbaikan infrastruktur dan pemulihan mata pencaharian harus berjalan bersamaan.

Bagi warga Agusen, keberlanjutan pemulihan tidak hanya ditentukan oleh bantuan bibit. Kemampuan petani menjaga mutu kopi, memperoleh akses pasar yang konsisten, dan mengembangkan kebun sesuai ketentuan lahan akan turut menentukan apakah kopi dapat menjadi sumber pendapatan yang lebih stabil setelah bencana.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Kopi Agusen Gayo Lues Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi Pascabanjir
  • Kopi Agusen Gayo Lues Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi Pascabanjir
  • Kopi Agusen Gayo Lues Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi Pascabanjir
  • Kopi Agusen Gayo Lues Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi Pascabanjir
  • Kopi Agusen Gayo Lues Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi Pascabanjir
  • Kopi Agusen Gayo Lues Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi Pascabanjir