Kabut Asap di Aceh Utara, Dinkes Ingatkan Risiko Kekambuhan Penyakit Kronis
Paparan asap dapat memicu gangguan pernapasan dan memperburuk penyakit kronis. Warga diminta membatasi aktivitas luar ruang saat asap pekat.
THE ATJEH NET — Kabut asap kebakaran hutan dan lahan dapat memperburuk kondisi kesehatan masyarakat, terutama penderita asma, penyakit paru kronis, dan gangguan jantung. Dinas Kesehatan Aceh Utara mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat serta melindungi kelompok rentan dari paparan.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Nurzahri, SKM, MKM, mengingatkan bahwa asap kebakaran mengandung partikel dan bahan berbahaya yang dapat mengiritasi mata serta saluran pernapasan. Paparan tersebut juga berpotensi memicu kekambuhan penyakit yang telah diderita seseorang.
Dampaknya tidak selalu berhenti pada batuk atau iritasi tenggorokan. Pada orang dengan penyakit kronis, paparan asap dapat memperburuk gejala dan meningkatkan kebutuhan penanganan medis.
Asap Dapat Memperburuk Penyakit Kronis
Menurut Nurzahri, dampak jangka pendek paparan asap antara lain mata merah, iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, dada terasa berat, hingga sesak napas. Paparan juga dapat memperburuk kondisi penderita asma, bronkitis, pneumonia, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Gangguan pernapasan akut, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), juga perlu diwaspadai selama kondisi kabut asap. Namun, ISPA merupakan kelompok penyakit yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, sedangkan iritasi akibat asap tidak selalu berarti seseorang mengalami infeksi.
Dalam jangka panjang, paparan asap kebakaran dapat berdampak terhadap kesehatan paru-paru. Nurzahri mengingatkan adanya risiko penurunan fungsi paru dan peningkatan risiko kanker paru-paru, terutama terkait paparan yang berulang atau berkepanjangan. Besarnya risiko pada setiap orang bergantung pada tingkat dan lamanya paparan serta kondisi kesehatannya.
Bagi penderita penyakit tidak menular, situasi ini menjadi alasan untuk lebih disiplin menjaga kesehatan. Penderita asma atau penyakit paru kronis perlu mengikuti pengobatan yang telah dianjurkan tenaga kesehatan dan tidak mengabaikan gejala yang memburuk.
Anak, Lansia, dan Ibu Hamil Lebih Rentan
Bayi dan anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian karena saluran pernapasannya masih berkembang. Lansia, ibu hamil, serta orang dengan riwayat penyakit paru atau gangguan jantung juga berisiko mengalami dampak kesehatan yang lebih berat.
Pada anak, masyarakat perlu mewaspadai tanda bahaya seperti napas sangat cepat, tarikan dinding dada ke dalam saat bernapas, atau bibir tampak kebiruan. Jika tanda tersebut muncul, segera cari pertolongan medis.
Warga juga perlu segera memeriksakan diri apabila mengalami sesak napas yang berat, nyeri dada, atau gejala pernapasan yang semakin memburuk. Jangan menunggu sampai kondisi menjadi darurat, terutama jika memiliki penyakit kronis.
Langkah Sederhana Mengurangi Paparan Asap
Dinas Kesehatan Aceh Utara mengimbau masyarakat mengambil langkah perlindungan selama kabut asap masih mengganggu kualitas udara.
Pertama, kurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap terlihat pekat atau kualitas udara memburuk. Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel asap dan pastikan masker terpasang dengan baik.
Kedua, tutup pintu dan jendela saat asap berada di luar rumah agar partikel tidak mudah masuk. Jika memungkinkan, pilih ruangan yang paling sedikit terpapar asap dan jaga udara di dalamnya tetap bersih.
Ketiga, cukupi kebutuhan air putih dan tetap perhatikan kondisi tubuh. Air putih membantu menjaga kecukupan cairan, tetapi tidak menghilangkan partikel asap yang telah terhirup.
Bagi penderita penyakit kronis, penting pula untuk tetap mengikuti anjuran pengobatan dan menyiapkan obat yang diresepkan. Jika gejala memburuk, segera hubungi tenaga kesehatan.
Upaya pencegahan ini perlu dilakukan secara konsisten, terutama oleh keluarga yang memiliki bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, atau anggota keluarga dengan penyakit paru dan jantung.
Nurzahri mengimbau masyarakat tidak meremehkan kabut asap meskipun belum merasakan gangguan kesehatan. Mengurangi paparan sejak awal, mengenali tanda bahaya, dan segera mencari pertolongan ketika gejala memburuk merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan selama kondisi udara belum membaik. [Adv]
Baca Juga:
