Garam Berlebihan Picu Tekanan Darah Tinggi, Dinkes Aceh Utara Ajak Warga Batasi Konsumsi Harian
Konsumsi garam kurang dari satu sendok teh sehari bagi orang dewasa dapat membantu mengendalikan tekanan darah dan menurunkan risiko penyakit kardiova
THE ATJEH NET — Kebiasaan mengonsumsi makanan asin setiap hari dapat meningkatkan asupan natrium tanpa disadari. Jika berlangsung terus-menerus, konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung serta stroke.
Karena itu, masyarakat perlu membatasi penggunaan garam dan memperhatikan kandungan natrium dalam makanan sehari-hari.
Dinas Kesehatan Aceh Utara mengingatkan pentingnya membangun pola makan yang lebih sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit tidak menular. Imbauan ini disampaikan melalui Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Nurzahri, SKM, MKM, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Samsul Bahri, SKM, MKM.
Pembatasan garam menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat diterapkan di rumah. Kebiasaan ini tidak harus dimulai dengan perubahan pola makan secara drastis, tetapi bisa dilakukan secara bertahap, mulai dari mengurangi garam saat memasak hingga membatasi makanan yang bercita rasa terlalu asin.
Batas Garam Harian Perlu Diperhatikan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi kurang dari 5 gram garam per hari, setara dengan kurang dari satu sendok teh. Batas tersebut mencakup seluruh garam yang dikonsumsi dari makanan, termasuk garam dalam bumbu, saus, makanan olahan, dan makanan yang dibeli di luar rumah.
Natrium merupakan zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah tertentu. Namun, asupan berlebihan dapat mengganggu pengaturan tekanan darah. Karena itu, membatasi konsumsi garam merupakan salah satu upaya untuk membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Persoalannya, sumber garam tidak selalu berasal dari garam yang ditambahkan ke masakan. Mi instan, makanan ringan asin, ikan asin, aneka saus, bumbu penyedap, serta makanan olahan juga dapat menyumbang asupan natrium.
Tanpa memperhatikan komposisi makanan, seseorang bisa mengonsumsi garam melebihi batas yang dianjurkan meskipun tidak merasa banyak menambahkan garam saat makan.
Cara Sederhana Mengurangi Konsumsi Garam
Masyarakat dapat memulai pembatasan garam melalui kebiasaan sehari-hari. Saat memasak, misalnya, penggunaan garam bisa dikurangi secara bertahap dengan memanfaatkan rempah-rempah, bawang, jeruk nipis, dan bahan alami lain untuk memperkuat cita rasa.
Kebiasaan menambahkan garam atau kecap asin langsung ke makanan juga perlu dikendalikan. Selain itu, masyarakat sebaiknya membatasi konsumsi makanan olahan tinggi natrium dan membiasakan diri membaca informasi nilai gizi pada kemasan.
Pilihan makanan yang lebih beragam, seperti sayuran, buah-buahan, dan bahan pangan segar, turut mendukung pola makan sehat. Bagi masyarakat yang memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit tertentu, pengaturan pola makan sebaiknya disesuaikan dengan saran tenaga kesehatan.
Mengurangi garam bukan berarti menghilangkannya sama sekali dari pola makan. Garam beryodium tetap penting sebagai sumber yodium, sehingga langkah yang dianjurkan adalah menggunakan garam beryodium dalam jumlah terbatas.
Cegah Hipertensi dengan Kebiasaan Sehat
Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Seseorang dapat merasa sehat meskipun tekanan darahnya sudah meningkat. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala penting dilakukan, terutama bagi orang dewasa dan mereka yang memiliki faktor risiko.
Selain mengurangi konsumsi garam, upaya menjaga tekanan darah perlu disertai aktivitas fisik secara teratur, menjaga berat badan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta menghindari kebiasaan merokok.
Bagi masyarakat yang telah didiagnosis hipertensi, perubahan pola makan merupakan bagian dari pengelolaan penyakit, bukan pengganti pengobatan yang diresepkan dokter. Pemeriksaan rutin dan kepatuhan terhadap anjuran tenaga kesehatan tetap diperlukan.
Melalui edukasi mengenai konsumsi garam dan pola hidup sehat, Dinas Kesehatan Aceh Utara dapat mendorong masyarakat lebih memperhatikan kebiasaan makan sehari-hari. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko hipertensi dan penyakit tidak menular. [Adv]
Baca Juga:
