SWIPE UP TO READ

Duduk Terlalu Lama, Dinkes Aceh Utara Ingatkan Risiko Penyakit Meski Tidak Merokok

Kebiasaan duduk berjam-jam dan minim bergerak dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Jeda aktivitas dan olahraga teratur membantu mengurangi ri

THE ATJEH NET
— Tidak merokok belum tentu berarti seseorang sudah menjalani pola hidup sehat. Kebiasaan duduk terlalu lama, baik saat bekerja, menggunakan gawai, menonton televisi, maupun berkendara, juga perlu diperhatikan karena dapat membuat aktivitas fisik sehari-hari menjadi sangat terbatas.

Dinas Kesehatan Aceh Utara mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berfokus menghindari kebiasaan merokok, tetapi juga memperhatikan pola aktivitas harian. Kurang bergerak merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit tidak menular, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolik.

Pesan edukasi ini menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit tidak menular yang disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Nurzahri, SKM, MKM, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Samsul Bahri, SKM, MKM.

Tubuh Membutuhkan Gerak, Bukan Hanya Waktu Istirahat

Aktivitas duduk memang menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Pekerja menghabiskan waktu di depan komputer, pelajar duduk saat belajar, sementara sebagian masyarakat menghabiskan waktu luang dengan menonton atau menggunakan telepon genggam.

Masalah muncul ketika waktu duduk berlangsung berjam-jam dan hanya sedikit diselingi gerakan. Kebiasaan sedentari atau kurang bergerak dapat membuat pengeluaran energi harian rendah dan berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai masalah kesehatan.

Risiko tersebut tidak hanya menjadi perhatian bagi orang yang merokok atau memiliki berat badan berlebih. Orang yang tidak merokok pun tetap perlu menjaga aktivitas fisik, pola makan, tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol.

Namun, duduk lama tidak serta-merta menyebabkan seseorang mengalami penyakit tertentu. Risiko kesehatan dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk durasi duduk, tingkat aktivitas fisik, pola makan, usia, riwayat keluarga, dan kondisi kesehatan.

Selingi Duduk dengan Aktivitas Ringan

Mengurangi waktu duduk tidak selalu membutuhkan fasilitas olahraga atau perubahan rutinitas yang besar. Kebiasaan sederhana dapat dimulai di rumah, tempat kerja, maupun lingkungan sekitar.

Masyarakat dapat membiasakan diri berdiri dan bergerak secara berkala setelah duduk dalam waktu lama. Saat bekerja, misalnya, seseorang bisa berjalan sebentar, melakukan peregangan ringan, atau berdiri ketika memungkinkan. Di rumah, waktu menonton atau menggunakan gawai dapat diselingi dengan aktivitas sederhana.

Bagi pekerja yang banyak duduk, jeda gerak bisa dimasukkan ke dalam rutinitas harian. Pilihan seperti berjalan kaki saat beristirahat, menggunakan tangga jika memungkinkan, atau melakukan pekerjaan rumah juga membantu menambah aktivitas fisik.

Jeda gerak bukan pengganti olahraga sepenuhnya, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi kebiasaan sedentari.

Olahraga Teratur Membantu Menjaga Kesehatan

Selain mengurangi waktu duduk, masyarakat dewasa dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang sedikitnya 150 menit per minggu, atau sekitar 30 menit sehari selama lima hari. Contohnya berjalan cepat, bersepeda santai dengan intensitas yang sesuai, atau aktivitas lain yang membuat napas sedikit lebih cepat tetapi masih memungkinkan berbicara.

Aktivitas dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh. Orang yang sudah lama tidak berolahraga dapat memulai dari durasi pendek, lalu meningkatkannya secara bertahap. Bagi orang dengan penyakit tertentu atau keterbatasan fisik, jenis aktivitas yang aman sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

Pola makan seimbang, tidur cukup, tidak merokok, dan menjaga berat badan juga menjadi bagian dari upaya memelihara kesehatan. Kebiasaan-kebiasaan tersebut saling melengkapi dan tidak dapat digantikan hanya dengan satu jenis olahraga.

Jangan Menunggu Keluhan untuk Memulai

Sebagian faktor risiko penyakit tidak menular dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, atau kolesterol sesuai usia dan faktor risiko dapat membantu mengenali masalah kesehatan lebih awal.

Masyarakat dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengetahui pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Hasil pemeriksaan juga dapat menjadi dasar untuk menentukan perubahan gaya hidup yang diperlukan.

Melalui edukasi pencegahan penyakit tidak menular, Dinas Kesehatan Aceh Utara mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Perubahan tidak harus dimulai dengan olahraga berat. Mengurangi waktu duduk, memperbanyak gerak, dan membangun kebiasaan aktif secara konsisten merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan sejak sekarang.

Menjaga kesehatan bukan hanya tentang menghindari rokok. Memberi tubuh kesempatan untuk bergerak juga menjadi bagian penting dari pola hidup sehat.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Duduk Terlalu Lama, Dinkes Aceh Utara Ingatkan Risiko Penyakit Meski Tidak Merokok
  • Duduk Terlalu Lama, Dinkes Aceh Utara Ingatkan Risiko Penyakit Meski Tidak Merokok
  • Duduk Terlalu Lama, Dinkes Aceh Utara Ingatkan Risiko Penyakit Meski Tidak Merokok
  • Duduk Terlalu Lama, Dinkes Aceh Utara Ingatkan Risiko Penyakit Meski Tidak Merokok
  • Duduk Terlalu Lama, Dinkes Aceh Utara Ingatkan Risiko Penyakit Meski Tidak Merokok
  • Duduk Terlalu Lama, Dinkes Aceh Utara Ingatkan Risiko Penyakit Meski Tidak Merokok