Banjir Aceh Selatan Paksa 112 Warga Mengungsi, Jembatan di Aceh Tenggara Putus
Aceh Selatan menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari. Banjir dan longsor juga mengganggu akses transportasi di daerah lain
![]() |
| Viral jembatan di Desa Mbarung di Aceh Tenggara putus usai diterjang banjir. (Threads/zumaahmd) |
THE ATJEH NET - Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa hari terakhir. Di Kabupaten Aceh Selatan, sebanyak 112 warga dari Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, mengungsi setelah permukiman mereka terendam banjir.
Sementara di Aceh Tenggara, sebuah jembatan di Desa Mbarung dilaporkan putus diterjang banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan mencatat 112 jiwa mengungsi akibat banjir yang dipicu hujan berintensitas tinggi. Ketinggian air di Gampong Lhok Raya dilaporkan berkisar 20 hingga 50 sentimeter dan merendam sebagian rumah warga.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS menetapkan status tanggap darurat banjir selama 14 hari. Keputusan itu diambil setelah pemerintah daerah meninjau sejumlah titik terdampak dan menerima laporan kondisi di lapangan.
“Kami meninjau beberapa titik banjir di Kecamatan Trumon Tengah serta membaca semua laporan, sehingga kami tetapkan status tanggap darurat banjir,” kata Mirwan kepada wartawan di Aceh Selatan, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Ia mengatakan telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah dan satuan tugas penanggulangan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan selama masa tanggap darurat.
Penetapan status tersebut diharapkan mempercepat penanganan warga terdampak dan koordinasi antarinstansi. Namun, pemerintah daerah masih perlu memastikan kebutuhan pengungsi, kondisi rumah yang terendam, serta perkembangan tinggi muka air di wilayah terdampak.
Jembatan di Aceh Tenggara Putus Diterjang Banjir
Banjir juga berdampak pada infrastruktur di Kabupaten Aceh Tenggara. Jembatan di Desa Mbarung, Kecamatan Babussalam, dilaporkan putus total setelah diterjang banjir dan luapan Sungai Lawe Atas pada Sabtu pagi, 31 Oktober 2026.
Informasi kejadian tersebut beredar melalui video yang diunggah akun Threads @zumaahmd. Dalam keterangannya, pengunggah menyebut jembatan putus akibat terjangan banjir dan luapan sungai.
Putusnya jembatan berpotensi mengganggu mobilitas warga. Namun, informasi mengenai panjang kerusakan, jumlah warga yang terdampak, serta jalur alternatif belum tercantum dalam keterangan yang tersedia.
Longsor Tutup Jalan Nasional Kabanjahe-Aceh Tenggara
Gangguan akses transportasi juga terjadi di jalur nasional Kabanjahe-Aceh Tenggara. Humas Polres Karo melaporkan longsor menutup badan jalan di wilayah Kecamatan Laubaleng, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Material longsor menutupi badan jalan sehingga kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas.
“Materi longsor menutupi badan jalan, sehingga arus lalu lintas dari kedua arah tidak dapat dilalui kendaraan,” demikian keterangan Humas Polres Karo yang disampaikan pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Penutupan jalan ini mengganggu akses transportasi pada jalur penghubung Kabanjahe dengan wilayah Aceh Tenggara.
Gayo Lues Kembali Dilanda Banjir
Sebelumnya, banjir dan angin puting beliung juga melanda Kabupaten Gayo Lues pada 28 Oktober 2026.
Hujan deras menyebabkan debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Dedep meningkat hingga meluap dan menggenangi permukiman warga di Kampung Badak.
Banjir tersebut kembali menimbulkan kekhawatiran warga karena kawasan itu disebut belum sepenuhnya pulih dari bencana pada tahun sebelumnya.
Kekhawatiran tersebut tergambar dalam unggahan akun Threads @whikiddd pada Rabu, 28 Oktober 2026.
“Mohon doanya, Gayo Lues, Aceh tepatnya di Kampung Badak kembali banjir,” tulis akun tersebut.
Pengunggah juga menyampaikan kekhawatirannya karena lokasi banjir berdekatan dengan rumahnya dan warga disebut belum pulih dari bencana sebelumnya.
Rentetan kejadian ini menunjukkan sejumlah wilayah di Aceh masih menghadapi ancaman banjir dan longsor saat hujan deras terjadi. Penanganan pengungsi, pemulihan akses transportasi, serta pemantauan wilayah rawan menjadi hal penting untuk mengurangi dampak bencana.
Baca Juga:
