Banjir Aceh Meluas, 1.985 KK Terdampak di Subulussalam dan Permukiman Aceh Selatan Terendam
BNPB mencatat 1.985 KK terdampak di Subulussalam. Banjir juga melanda dua gampong di Aceh Selatan
![]() |
| Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan |
THE ATJEH NET - Banjir melanda Kabupaten Aceh Selatan dan Kota Subulussalam pada 28 Oktober 2026. Di Subulussalam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.985 kepala keluarga (KK) terdampak dan 177 rumah terendam.
Sementara di Aceh Selatan, luapan dua sungai menggenangi permukiman warga di Kecamatan Trumon Tengah.
Banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur sejumlah wilayah di Aceh. Di Kabupaten Aceh Selatan, luapan Sungai Lae Soraya dan Kruen Trumon Raya menyebabkan genangan di Gampong Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah.
Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026. Namun, data rinci mengenai jumlah warga, rumah, dan fasilitas umum yang terdampak di dua gampong itu belum disampaikan dalam laporan yang dikutip.
Di Kota Subulussalam, dampak banjir tercatat lebih besar. BNPB melaporkan sebanyak 1.985 KK terdampak, dengan 177 rumah terendam.
Banjir di dua wilayah tersebut terjadi di tengah kondisi cuaca yang perlu diwaspadai. BNPB mengingatkan masyarakat di Aceh dan Sumatera Utara untuk mengantisipasi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Bibit Siklon 91B Berpotensi Picu Hujan Lebat di Aceh
Peringatan kewaspadaan tersebut berkaitan dengan kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman, sebelah utara Aceh. Fenomena ini terbentuk pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 01.00 WIB.
Bibit siklon tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Kondisi ini perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir dan daerah sekitar aliran sungai.
Selain potensi hujan, gelombang laut di perairan Selat Malaka bagian utara diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Masyarakat di wilayah terdampak diminta mengikuti perkembangan informasi cuaca dan peringatan dari instansi berwenang. Kewaspadaan diperlukan apabila hujan lebat kembali terjadi, terutama di daerah yang sebelumnya mengalami genangan.
Banjir Juga Melanda Sejumlah Wilayah Sumatera Utara
Selain Aceh, banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Langkat, Mandailing Natal, Asahan, dan Kota Medan, Sumatera Utara.
Di Kabupaten Asahan, banjir merendam Desa Sei Silau Tua dan Desa Bangun Sari, Kecamatan Setia Janji. BNPB mencatat 3.610 jiwa terdampak, terdiri atas 2.910 jiwa di Desa Sei Silau Tua dan 700 jiwa di Desa Bangun Sari.
Ketinggian air berkisar 30 hingga 80 sentimeter. Sebanyak 405 rumah terdampak, sementara dua fasilitas pendidikan dan akses jalan antardesa ikut terkena genangan.
Di Kabupaten Mandailing Natal, banjir menerjang Desa Binanga, Kecamatan Huta Bargot, dan Desa Rumbio, Kecamatan Panyabungan Utara. Luapan Sungai Simalagi setelah hujan deras menyebabkan 32 rumah terendam dan satu fasilitas ibadah terdampak.
Genangan sempat membuat jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, berdasarkan laporan BNPB, air berangsur surut dan jalan yang sebelumnya terendam kembali dapat dilalui.
Sementara di Kabupaten Langkat, banjir berdampak terhadap 691 KK. BNPB menegaskan angka tersebut merujuk pada laporan kejadian Rabu, 28 Oktober 2026.
Banjir juga merendam permukiman warga di Kota Medan, termasuk kawasan Kampung Aur.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan data dampak banjir tersebut melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat, 30 Oktober 2026. Ia menjelaskan laporan yang disampaikan merujuk pada kejadian banjir di sejumlah daerah pada 28 dan 29 Oktober 2026.
Baca Juga:
