SWIPE UP TO READ

Longsor Aceh Tengah, Akses Jalan Pulih tapi TPT Rubuh Jadi Risiko Baru

Jalan nasional kembali bisa dilalui setelah material longsor dibersihkan. Namun, TPT yang rubuh dan longsor susulan masih menjadi perhatian
Alat berat sedang membersihkan material longsor yang menutup badan jalan di wilayah Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah

THE ATJEH NET — Akses jalan nasional di Aceh Tengah kembali bisa dilalui setelah material longsor dibersihkan, Selasa (15/9/2026). Namun, kondisi belum sepenuhnya aman karena tembok penahan tanah (TPT) di sisi jalan rubuh dan longsor susulan masih terjadi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Damkar dan Penyelamatan BPBD Aceh Tengah Iwan Ilham Abadi mengatakan seluruh material yang menutup badan jalan telah dibersihkan.

“Saat ini, badan jalan yang tertimbun longsor telah dibersihkan seluruhnya. Termasuk sore tadi, sempat terjadi longsor susulan di lokasi yang berbeda, yakni di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara,” kata Iwan saat dihubungi dari Banda Aceh, Selasa.

Pembersihan material longsor dilakukan BPBD menggunakan dua unit alat berat. Proses tersebut rampung sekitar pukul 20.40 WIB sehingga badan jalan kembali dapat dilalui kendaraan.

TPT Rubuh Jadi Risiko Baru

Meski akses telah terbuka, BPBD masih menyoroti kondisi TPT yang berada di sisi jalan nasional. Struktur tersebut telah rubuh dan dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Kondisi itu membuat pemulihan akses belum sepenuhnya mengakhiri persoalan di lokasi bencana. Selain TPT, longsor susulan juga masih terjadi di titik berbeda.

Sementara itu, pembersihan rumah warga yang terdampak belum seluruhnya dilakukan. Sebagian pemilik rumah masih berupaya menyelamatkan dan memindahkan perabotan dari dalam rumah.

BPBD bersama Dinas Sosial dan Baitul Mal Aceh Tengah juga telah menyalurkan bantuan darurat kepada keluarga terdampak. Bantuan berupa uang tunai darurat, sembako, tenda keluarga, perlengkapan memasak, dan material bangunan.

Satu Korban Meninggal, 13 Luka

Bencana longsor sebelumnya terjadi di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, pada Ahad (13/9/2026) setelah hujan deras. Longsor menyebabkan empat rumah terdampak.

Seorang anak, Nazila, 9 tahun, meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Sebanyak 13 warga lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal telah dimakamkan sekitar pukul 10.00 WIB. Proses pemakaman dilakukan setelah korban dibawa ke rumah duka di Kampung Paya Reje.

Dua dari 13 korban luka sebelumnya dirujuk ke RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Keduanya mengalami patah kaki, sementara salah satu korban merupakan perempuan hamil.

Sebelas korban lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Datu Beru Takengon.

Dengan kembali terbukanya jalan nasional, penanganan kini berlanjut pada pengamanan titik rawan, pembersihan rumah warga, serta pemantauan kemungkinan longsor susulan di kawasan terdampak.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Longsor Aceh Tengah, Akses Jalan Pulih tapi TPT Rubuh Jadi Risiko Baru
  • Longsor Aceh Tengah, Akses Jalan Pulih tapi TPT Rubuh Jadi Risiko Baru
  • Longsor Aceh Tengah, Akses Jalan Pulih tapi TPT Rubuh Jadi Risiko Baru
  • Longsor Aceh Tengah, Akses Jalan Pulih tapi TPT Rubuh Jadi Risiko Baru
  • Longsor Aceh Tengah, Akses Jalan Pulih tapi TPT Rubuh Jadi Risiko Baru
  • Longsor Aceh Tengah, Akses Jalan Pulih tapi TPT Rubuh Jadi Risiko Baru