SWIPE UP TO READ

Huntara Korban Banjir Aceh Timur Roboh Diterjang Angin, Warga Kembali ke Tenda

Huntara di Desa Si Judo roboh setelah hujan deras dan angin kencang. Warga yang masih menunggu huntap kini kembali berlindung di tenda

THE ATJEH NET — Warga korban banjir di Dusun Ranto Panjang, Desa Si Judo, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, kembali harus berlindung di tenda setelah hunian sementara yang mereka tempati roboh diterjang hujan deras dan angin kencang, Rabu sore, 2 September 2026.

Hujan yang disertai angin kencang sekitar pukul 17.10 WIB membuat bagian atap sejumlah bangunan huntara beterbangan. Beberapa bagian dinding juga roboh.

Keuchik Si Judo, Hamidan, mengatakan kondisi tersebut memaksa warga meninggalkan huntara dan kembali menempati tenda.

“Angin kencang disertai hujan deras membuat atap beterbangan dan dinding rumah hancur. Warga terpaksa tinggal di tenda,” kata Hamidan.

Kerusakan itu menambah persoalan warga yang sebelumnya telah kehilangan tempat tinggal akibat banjir. Mereka masih menunggu kepastian pembangunan hunian tetap atau huntap sebagai tempat tinggal permanen.

Menurut Hamidan, huntara seharusnya menjadi tempat tinggal sementara sebelum warga dipindahkan ke hunian yang lebih permanen. Namun, kerusakan bangunan akibat cuaca buruk membuat sebagian warga kembali menghadapi kondisi serupa seperti setelah bencana.

“Kami berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat segera membangun huntap. Kasihan masyarakat pedalaman yang selama ini berharap mendapatkan tempat tinggal yang layak,” ujarnya.

Huntara Rusak, Warga Kembali ke Tenda

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan warga terdampak banjir belum sepenuhnya selesai. Setelah melewati masa tanggap darurat dan menempati huntara, sebagian warga kini kembali tidak memiliki tempat tinggal yang memadai.

Hamidan mengatakan warga membutuhkan hunian yang aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Kepastian pembangunan huntap dinilai penting agar masyarakat tidak terus bergantung pada hunian sementara.

Bagi warga Desa Si Judo, persoalan tempat tinggal tidak berhenti ketika air banjir surut. Mereka masih membutuhkan rumah yang layak sekaligus kepastian mengenai kapan hunian permanen dapat ditempati.

Kerusakan huntara akibat cuaca buruk membuat kebutuhan tersebut semakin mendesak. Sebagian warga kini kembali bertahan di tenda sambil menunggu penanganan dari pemerintah.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pemerintah daerah mengenai jumlah huntara yang rusak, kondisi warga setelah kejadian, maupun perkembangan pembangunan huntap bagi korban banjir di Desa Si Judo.

Warga berharap proses pemulihan tidak berhenti pada penyediaan tempat berlindung sementara, tetapi berlanjut hingga mereka memiliki rumah permanen yang aman dan layak.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Huntara Korban Banjir Aceh Timur Roboh Diterjang Angin, Warga Kembali ke Tenda
  • Huntara Korban Banjir Aceh Timur Roboh Diterjang Angin, Warga Kembali ke Tenda
  • Huntara Korban Banjir Aceh Timur Roboh Diterjang Angin, Warga Kembali ke Tenda
  • Huntara Korban Banjir Aceh Timur Roboh Diterjang Angin, Warga Kembali ke Tenda
  • Huntara Korban Banjir Aceh Timur Roboh Diterjang Angin, Warga Kembali ke Tenda
  • Huntara Korban Banjir Aceh Timur Roboh Diterjang Angin, Warga Kembali ke Tenda