SWIPE UP TO READ

Banjir Aceh Tenggara Rendam 12 Desa, Dua Jembatan dan Tanggul Terdampak

Sebanyak 1.324 warga terdampak banjir setelah tiga sungai meluap akibat hujan deras. Tidak ada laporan korban jiwa maupun pengungsian
Banjir merendam 12 desa di empat kecamatan di Aceh Tenggara, Aceh. Sejumlah warga memilih mengungsi. (dok BPBA) 

THE ATJEH NET — Banjir melanda 12 desa di enam kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara setelah hujan deras meningkatkan debit Sungai Lawe Bulan, Lawe Kisam, dan Lawe Kinga. Sebanyak 1.324 warga dari 363 kepala keluarga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Ahad sore, 13 September 2026. Debit tiga sungai meningkat dan membawa material berupa batu serta kayu gelondongan yang menyumbat aliran di sejumlah jembatan.

“Material yang terbawa arus kemudian menyebabkan air bercampur lumpur dan kayu meluap ke pemukiman warga serta menutup sejumlah ruas jalan lingkungan,” kata Mohd Asbi, Rabu, 16 September 2026.

Banjir turut berdampak pada dua unit Jembatan Billy yang menjadi akses penghubung antarkecamatan. Sejumlah tanggul di sepanjang Sungai Lawe Bulan, Lawe Kisam, dan Lawe Kinga juga dilaporkan jebol. Di Desa Simpang Empat Tanjung, Kecamatan Darul Hasanah, tanggul sementara di sekitar jembatan bahkan amblas.

Enam kecamatan terdampak ialah Babussalam, Lawe Bulan, Bambel, Deleng Pokhkisen, Lawe Sumur, dan Darul Hasanah. Hingga Rabu, belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

Dua Excavator Bersihkan Material

BPBD Aceh Tenggara mengerahkan Tim Reaksi Cepat untuk menangani dampak banjir. Dua excavator, masing-masing milik BPBD dan pihak swasta, digunakan untuk membersihkan material, mengeruk aliran, dan membuka kembali jalur sungai yang tersumbat.

Petugas juga membersihkan lumpur di Jembatan Desa Pulo Latong, lingkungan kantor pemerintahan, dan badan jalan di Desa Pulonas Baru.

Hingga Rabu pagi, kondisi di sejumlah lokasi mulai berangsur normal. Kayu yang sebelumnya menyangkut di jembatan telah diangkat dari daerah aliran sungai dan air mulai surut.

Namun, BPBD masih mendata kerusakan rumah warga, fasilitas umum, dan kerugian akibat banjir. Penanganan dilakukan bersama pemerintah kecamatan, TNI, dan Polri.

Pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir kembali terjadi jika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Banjir Aceh Tenggara Rendam 12 Desa, Dua Jembatan dan Tanggul Terdampak
  • Banjir Aceh Tenggara Rendam 12 Desa, Dua Jembatan dan Tanggul Terdampak
  • Banjir Aceh Tenggara Rendam 12 Desa, Dua Jembatan dan Tanggul Terdampak
  • Banjir Aceh Tenggara Rendam 12 Desa, Dua Jembatan dan Tanggul Terdampak
  • Banjir Aceh Tenggara Rendam 12 Desa, Dua Jembatan dan Tanggul Terdampak
  • Banjir Aceh Tenggara Rendam 12 Desa, Dua Jembatan dan Tanggul Terdampak