SWIPE UP TO READ

Anggaran Pascabencana Aceh Utara Terealisasi 60 Persen, Akses Sawang Masih Terputus

Pemkab Aceh Utara menyebut kegiatan fisik pascabencana telah melampaui 60 persen, tetapi sejumlah akses di Sawang masih membutuhkan penanganan

THE ATJEH NET — Realisasi kegiatan fisik penanganan pascabencana di Kabupaten Aceh Utara yang dibiayai Transfer ke Daerah (TKD) dan tambahan TKD telah melampaui 60 persen. Namun, sejumlah akses di Kecamatan Sawang masih belum sepenuhnya pulih.

Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang mengatakan tahapan administratif, termasuk proses pelelangan dan kelengkapan dokumen, telah diselesaikan. Sejumlah kegiatan kini memasuki tahap pengerjaan fisik.

“Apa yang selama ini dipertanyakan oleh berbagai pihak, hari ini sudah terjawab dengan adanya realisasi nyata di lapangan. Tidak ada lagi kendala dokumen atau pelelangan, semuanya sudah pada tahap eksekusi,” kata Tarmizi seusai bertemu Ketua Tim Satgas PRR Aceh Kementerian Dalam Negeri, Dr Imran, Selasa, 1 September 2026.

Menurut Tarmizi, progres kegiatan secara keseluruhan sudah melewati 60 persen. Pemerintah daerah kini memantau penyelesaian pekerjaan yang masih berlangsung di sejumlah lokasi terdampak bencana.

Persoalan yang masih menonjol berada di Kecamatan Sawang, terutama menyangkut akses jalan dan jembatan yang menjadi jalur mobilitas warga.

Jembatan Sawang-Gunci Belum Tuntas

Salah satu pekerjaan yang masih mendapat perhatian adalah jembatan penghubung Sawang-Gunci. Tarmizi mengatakan jembatan tersebut belum sepenuhnya terbangun sehingga akses masyarakat masih membutuhkan penanganan.

Selain jembatan, ruas jalan di kawasan Riseh, Kecamatan Sawang, juga mengalami kerusakan berat. Badan jalan di lokasi tersebut hilang setelah tergerus aliran sungai.

“Selain itu, kendala akses juga masih terjadi di kawasan Riseh, Kecamatan Sawang. Putusnya badan jalan akibat tergerus aliran sungai membuat jalan utama hilang total, sehingga membutuhkan penanganan darurat dengan mengerahkan alat berat,” ujar Tarmizi.

Kerusakan tersebut menjadi salah satu persoalan yang tersisa setelah banjir yang melanda Aceh Utara pada akhir 2025.

Tarmizi mengatakan kebutuhan mendesak di Sawang saat ini adalah membuka akses darurat agar aktivitas warga tidak terus terganggu. Pemerintah daerah telah meminta alat berat, termasuk ekskavator, segera diturunkan ke lokasi.

“Kami sudah meminta agar alat berat segera diturunkan ke lokasi untuk membuka jalan darurat, supaya warga tidak perlu lagi melintasi area sawah masyarakat,” katanya.

Pemulihan Belum Merata

Capaian lebih dari 60 persen menunjukkan pekerjaan fisik pascabencana mulai berjalan. Namun, kondisi di Sawang memperlihatkan bahwa pemulihan belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah terdampak.

Bagi masyarakat di kawasan yang akses jalannya terputus, keberadaan jalan dan jembatan darurat menjadi kebutuhan yang tidak bisa menunggu seluruh proyek permanen selesai.

Akses tersebut berkaitan langsung dengan mobilitas warga, distribusi kebutuhan sehari-hari, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyatakan akan terus mengawal pekerjaan fisik yang masih berlangsung hingga seluruh program penanganan pascabencana selesai.

Fokus berikutnya adalah memastikan pekerjaan yang sudah berjalan dapat diselesaikan sekaligus mempercepat penanganan titik-titik yang masih menghambat mobilitas masyarakat, terutama di kawasan Sawang.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Anggaran Pascabencana Aceh Utara Terealisasi 60 Persen, Akses Sawang Masih Terputus
  • Anggaran Pascabencana Aceh Utara Terealisasi 60 Persen, Akses Sawang Masih Terputus
  • Anggaran Pascabencana Aceh Utara Terealisasi 60 Persen, Akses Sawang Masih Terputus
  • Anggaran Pascabencana Aceh Utara Terealisasi 60 Persen, Akses Sawang Masih Terputus
  • Anggaran Pascabencana Aceh Utara Terealisasi 60 Persen, Akses Sawang Masih Terputus
  • Anggaran Pascabencana Aceh Utara Terealisasi 60 Persen, Akses Sawang Masih Terputus