SWIPE UP TO READ

Sungai Aih Bobo Gayo Lues Diperkuat dengan Bronjong, tapi Penanganan Pascabencana Belum Tuntas

Penguatan tepian sungai mencapai 99 persen, tetapi sejumlah jalan dan jembatan di Gayo Lues masih membutuhkan penanganan.
Penguatan tepian sungai Aih Bobo di Gayo Lues

THE ATJEH NET
— Penguatan tepian Sungai Aih Bobo di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, telah mencapai 99 persen. Namun, pekerjaan pemulihan pascabencana di daerah itu belum tuntas karena sejumlah jalan dan jembatan masih rusak.

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I memperkuat tepian sungai di Desa Aih Bobo dan Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, menggunakan bronjong. Struktur kawat berisi batu itu dipasang untuk mengurangi risiko erosi dan luapan sungai yang sebelumnya berdampak pada lahan pertanian dan rumah warga.

Site Manager Operasional Hutama Karya, Peri, mengatakan pekerjaan di kedua sisi Sungai Aih Bobo berlangsung sejak awal Februari hingga awal Agustus 2026. Penanganan tersebut diawali dengan pembuatan tanggul tanah sebelum dilanjutkan dengan pemasangan bronjong.

“Awal kita beri tanggul tanah. Setelah itu, lanjut ke bronjong dengan lebih kurang 1 kilometer, tinggi 2,5 meter, lebar ada 3 meter, untuk memproteksi air agar dinding sungai tidak rusak,” kata Peri.

Menurut Peri, penguatan tepian sungai diperlukan setelah luapan Sungai Aih Bobo saat bencana hidrometeorologi merusak lahan pertanian dan berdampak pada rumah warga. Bronjong dipilih sebagai perlindungan sementara untuk memperkuat dinding sungai.

“Lokasi ini pas waktu bencana itu lahan pertanian rusak dan juga ada mengenai rumah warga. Jadi ini kami protek, dinding sungai ini. Itu kita menggunakan bronjong karena secara teknik itu yang lebih ideal,” ujarnya.

Pengawas Lapangan BWS Sumatera I, Fahried Wajidi, mengatakan penanganan serupa dilakukan di empat titik lain di Kecamatan Rikit Gaib, Dabun Gelang, dan Putri Betung. Dengan demikian, terdapat lima titik penanganan penguatan tepian sungai.

“Pascabencana di setiap titik itu kita lakukan pemasangan bronjong karena ini sifatnya tanggap darurat, artinya sementara,” kata Fahried saat meninjau Sungai Aih Bobo bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Jumat, 21 Agustus 2026.

Lima titik penanganan tersebut didukung anggaran Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp137 miliar. Progres fisiknya telah mencapai 99 persen.

Namun, penyelesaian pekerjaan di sungai belum berarti seluruh infrastruktur terdampak bencana di Gayo Lues telah pulih.

Perwakilan Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, mengatakan masih terdapat sejumlah jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan kabupaten yang belum ditangani.

Beberapa akses yang masih menjadi perhatian antara lain ruas di Pining dan Pintu Rime. Menurut Imran, pemulihan infrastruktur tersebut membutuhkan pembagian kewenangan dan pelaksanaan program yang jelas antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

“Kami berharap untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah tersusun di dalam Renduk, sudah ada pemisahan yang jelas antara Renduk pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,” kata Imran.

Ia meminta penanganan pascabencana dilaksanakan secara terpadu sehingga pemulihan tidak hanya berfokus pada satu jenis infrastruktur.

“Kita berharap implementasinya dapat saling bersinergi untuk memperbaiki wilayah antara Lokop dan Blangkejeren di Gayo Lues,” ujarnya.

Penguatan Sungai Aih Bobo menjadi salah satu bagian dari penanganan tanggap darurat pascabencana. Bronjong yang terpasang diharapkan dapat menahan erosi dan mengurangi ancaman terhadap permukiman serta lahan pertanian di sepanjang aliran sungai.

Namun, pekerjaan tersebut masih bersifat sementara. Pemulihan jalan, jembatan, dan infrastruktur lain yang terdampak menjadi bagian penting agar akses masyarakat di Gayo Lues benar-benar kembali normal.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Sungai Aih Bobo Gayo Lues Diperkuat dengan Bronjong, tapi Penanganan Pascabencana Belum Tuntas
  • Sungai Aih Bobo Gayo Lues Diperkuat dengan Bronjong, tapi Penanganan Pascabencana Belum Tuntas
  • Sungai Aih Bobo Gayo Lues Diperkuat dengan Bronjong, tapi Penanganan Pascabencana Belum Tuntas
  • Sungai Aih Bobo Gayo Lues Diperkuat dengan Bronjong, tapi Penanganan Pascabencana Belum Tuntas
  • Sungai Aih Bobo Gayo Lues Diperkuat dengan Bronjong, tapi Penanganan Pascabencana Belum Tuntas
  • Sungai Aih Bobo Gayo Lues Diperkuat dengan Bronjong, tapi Penanganan Pascabencana Belum Tuntas