SMSI Bentuk Pokja Newsroom Jaga Desa, Dorong Pers Saring Informasi Berbasis Data dan Fakta
Program Jaga Desa dimulai di lima provinsi dan diarahkan menjadi gerakan nasional untuk memperkuat informasi publik dari desa.
THE ATJEH NET - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) membentuk Pokja Newsroom Jaga Desa untuk memperkuat peran media dalam mengawal informasi dari tingkat desa. Program ini dimulai di lima provinsi dan ditargetkan diperluas secara nasional.
Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus mengatakan desa harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan sekaligus menjadi ruang yang mendapat perhatian serius dari pers. Menurut dia, pemberitaan mengenai desa tidak cukup hanya mengejar peristiwa, tetapi perlu menyajikan informasi berdasarkan data dan fakta.
“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujar Firdaus dalam pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta.
Pokja tersebut melibatkan lima provinsi sebagai proyek percontohan, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. SMSI berencana melakukan konsolidasi untuk memperluas program itu ke seluruh provinsi.
Firdaus mengatakan pembentukan Pokja Newsroom Jaga Desa merupakan bagian dari upaya SMSI mendorong pers menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus memberikan informasi yang utuh kepada masyarakat.
Pesan serupa disampaikan Hasyim S. Djojohadikusumo yang hadir sebagai pembicara utama dalam dialog nasional setelah pengukuhan. Ia mengingatkan media agar tidak menyampaikan informasi yang dapat menyesatkan publik, terutama ketika sebuah kebijakan diberitakan tanpa konteks.
“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” kata Hasyim.
Menurut Hasyim, informasi yang dipisahkan dari konteks dapat menimbulkan persepsi berbeda terhadap kebijakan pemerintah. Karena itu, ia menilai media memiliki tanggung jawab untuk memberikan gambaran yang lengkap kepada publik.
Ia mengatakan pemerintah juga membutuhkan masukan dari masyarakat, termasuk kalangan perguruan tinggi. Hasyim menyebut pihaknya telah mengagendakan dialog dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung.
Masukan dari kampus tersebut, kata dia, akan disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan evaluasi dan rekomendasi.
Hasyim juga menyinggung kondisi Gedung Dewan Pers yang dinilai belum sepenuhnya representatif untuk menampung seluruh konstituen pers. Sebelumnya, Firdaus menyampaikan perlunya peningkatan fasilitas gedung yang menjadi pusat aktivitas Dewan Pers tersebut.
Hasyim merespons usulan itu dan menyatakan akan menyampaikannya kepada Kementerian Komunikasi dan Digital.
Pembentukan Pokja Newsroom Jaga Desa menjadi bagian dari agenda SMSI untuk memperkuat jaringan media siber dalam memproduksi informasi yang berorientasi pada kepentingan publik. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembentukan kelompok kerja, tetapi menghasilkan pemberitaan yang lebih terverifikasi mengenai persoalan dan perkembangan di desa.
Baca Juga:

